Beberapa hari yang lalu, saat saya sedang mengikuti kuliah tiba-tiba ponsel saya bergetar. Bergegas saya minta ijin keluar dan mengangkat telepon dari nomor tak dikenal itu, nomor dengan kode area Jakarta. Siapa pula dia?
Ternyata, dia adalah Maya Wuysang. Who is her? Just ask google about her. Agar cerita ini menjadi jelas, lebih baik saya menceritakan ulang apa yang terjadi sebelumnya.
Sekitar bulan Juli, saya mendapat informasi soal dua lomba menulis, satu lomba menulis cerpen dan satu lagi lomba menulis essay. Jujur saya tertarik dengan yang pertama, karena meskipun hadiahnya tidak semenggiurkan yang pertama, saya lebih nyaman menulis fiksi. Akhirnya, saya ikuti lomba menulis cerpen itu dengan harapan besar. Lalu apa kabar lomba essay? Saya nyaris melupakannya.
Ternyata, dia adalah Maya Wuysang. Who is her? Just ask google about her. Agar cerita ini menjadi jelas, lebih baik saya menceritakan ulang apa yang terjadi sebelumnya.
Sekitar bulan Juli, saya mendapat informasi soal dua lomba menulis, satu lomba menulis cerpen dan satu lagi lomba menulis essay. Jujur saya tertarik dengan yang pertama, karena meskipun hadiahnya tidak semenggiurkan yang pertama, saya lebih nyaman menulis fiksi. Akhirnya, saya ikuti lomba menulis cerpen itu dengan harapan besar. Lalu apa kabar lomba essay? Saya nyaris melupakannya.