Tuesday, 17 July 2012

Singapore Day 2

08:14 4 Comments

Day 2


My second day in Singapore started by a yummy breakfast in the hotel. Because I usually life in dorm as college student and don't get yummy food every day, so I took rice in few ammount, but I took another, all of them. Hahaha.. Please don't call me greedy :))


Yummy, Nad?
Not all of them are yummy because there are so many meats. But yeah, I like  banana bread and pancake. The beverages are also refreshing my mind. After breakfast, 9.15 am we're heading to Google Office in Asia Square. One thing that I must underline, NO LATE. So if teh schedule said 9.15 am then it's 9.15 sharp and if you're late, bye bye please take a bus on your own—and maybe getting lost first—to Google Office.

In the second day, we, all of GSA,  got so many things about Google Culture, Google Apps for Edu, Chrome, Google Places, Google Maps, Google+ and also about   Public Relation. Yeah, because all of us we'll have many contacts with users so we have to have some basic thing about how to communicate and represent Google Student Ambassador well.

About chromebook, I actually held it, once more, just held Chromebook. besides actually I wanna take one home, hahaha. Chromebook is look like laptop but only for browser.


Hah? Kok gitu?
Iya, emang gitu. Ke depannya nanti kan segala sesuatu cukup dari internet dengan adanya Cloud Computing yang makin moncer belakangan ini.

Hah? Cloud Computing apaan, Nad?
Aduh, bisa satu posting panjang nih soal Cloud Computing. Monggo digoogling saja ya :D

Yang seru di hari kedua adalah jalan-jalan di Singapuuur! Setelah acara selesai jam 5 sore, rombongan GSA dibawa ke Taman Merlion trus naik River Cruise dari sana. Sungai di Singapura itu bersih banget, emang sih sempet nemu beberapa sampah tapi itu sedikit banget kalo dibandingkan dengan sampah di sungai-sungai Indonesia yang nyaris bisa bikin pulau itu. Dan Singapura juga pinter mengolah sungai dan River Cruise menjadi magnet pariwisata untuk menyaksikan landmark yang ada di Singapura. Singapura bener-bener memperhatikan tata kota dan arsitektur landmark. Kalau kata ibu saya,”Ya gampang ngaturnya, wong kecil. Coba Indonesia..” hehehe, ada benernya sih :D Tapi bukan mustahil ya Indonesia suatu hari nanti bisa rapih kayak begitu. Amin..
ada yang tahu gedung di belakang saya apa namanya? :-D oia, abaikan saya yang nampak gendut itu, fokus ke tas google yang keren itu aja yah! :))

Setelah puas mengelilingi Singapura dengan River Cruise, balik lagi ke taman Merlion. Sayangnya oh sayangnya, si Merlion lagi dipugar. Untuk memperingati ulang tahun Merlion yang ke 40 nanti, si Merlion lagi didandani gitu deh, jadi saya ngga bisa foto-foto sama ikon Singapura satu itu *sedih*

Tapi kesedihan itu terbayar saat dinner. Bener-bener gala dinner! Di Medzs Mediteranian Restaurant. Tapi oh tapi, karena saya harus makan yang halal *ya iya lah, Nad* sementara restoran itu belum ada label halalnya, saya makan pake box plastik gitu. Alasannya kalo make piring ato sendok yang biasa, takut udah kecampur sama yang ngga halal. Makanan pun ngga bisa milih. Beda sama yang bukan muslim, mereka bisa milih menu banyak banget. Tapi ngga papa deh, udah bersyukur bisa makan di restoran mewah tanpa keluar duit kayak begitu :D

Selesai dinner, kami langsung balik lagi ke hotel.

Lah Nad, shoppingmu mana? Bukannya Singapura surga shopping?
On the next posting, wait me!

Friday, 13 July 2012

Wonderful Holiday

07:57 8 Comments
Saya selalu menikmati liburan semester genap kuliah saya. Kenapa? Karena selain libur semester genap itu libur panjang, saya selalu dapat pengalaman baru.

My previous holiday, I spent it on Karimun Jawa Island. Pertama kali ke luar Jawa, pertama kali naik kapal dan pertama kali merasakan mabuk laut.

Nah, di liburan kali ini saya dapet pengalaman baru lagi. Pertama kali naik pesawat terbang, pertama kali ke luar negeri dan pertama kali ke kantor Google!

eh, ngapain kamu Nad kluyuran di kantor Google?

Thursday, 14 June 2012

Allah Mendengar

00:33 1 Comments

Waktu saya kecil, saya sering punya mimpi-mimpi aneh. Jadi jurnalis yang ditempatkan di medan perang atau jadi dokter yang dinas di pulau sabang. Lain hari saya bisa begitu sangat ingin menjadi aktris yang memerankan tokoh psikopat. Just a random thought.

Semakin saya besar, semakin saya sadar dunia itu BENAR-BENAR LEBAR. Semakin saya tahu bahwa banyak orang hebat, banyak orang pintar dan orang-orang itu memulai semua itu dengan belajar dan berkeyakinan teguh.

Saya termasuk orang yang memang kurang rapi dalam merencanakan hidup. Maksud saya, saya ngga punya target tertentu yang harus dicapai dalam usia sekian. Hal itu karena akhirnya saya sadar, diri saya sendiri lebih nyaman menjadi tipe yang menikmati. Termasuk soal urusan ke luar negeri.

Waktu saya masih SMP, kakak saya sudah berhasil melanglang buana ke Amerika. Semacam studi banding selama sebulan. Beberapa tahun setelah itu, kakak saya yang lain ke Taiwan untuk sebuah kegiatan Nahdlatul Ulama. Lalu saya masih sampai pada pertanyaan,”Kapan bisa naik pesawat?”.

Sampai akhirnya email mengejutkan itu datang. Siapa menyangka saya akan ke Singapura tanpa biaya sepeserpun? Saya tak pernah ada rencana akan membuat paspor tahun ini, tapi Allah rupanya sudah mengatur. Saya sempat berbisik pelan kepadaNya, saya ingin melihat luar Indonesia sebelum saya berumur 20 tahun. Dan Allah mewujudkannya sebagai hadiah ulang tahun ke 20 saya.

Bagi sebagian orang, ini memang bukan sesuatu yang besar. Tapi untuk saya, ini cukup untuk bersyukur.

Ya, bulan Juli nanti saya dan kawan-kawan dari Indonesia akan bertolak ke Singapura untuk mengikuti Google Student Ambassador Summit. Apakah saya menyangka ini? Tidak sama sekali. Namun, ini membuat saya yakin Allah selalu mendengar. Dan sayangnya kita yang sering luput berdoa, luput percaya bahwa semua mimpi bisa menjadi nyata.

Berdoalah dengan teguh, maka Allah bisa mengabulkan semua dengan utuh!

Tuesday, 8 May 2012

Sunyi Jadi Puisi

02:07 3 Comments

Sunyi tidak pernah sedemikian menyakitkan
Saat aku sendirian, bahkan
Sunyi tidak pernah sedemikian menakutkan

Diam tidak pernah sedemikian mencengkeram
Diam biasanya hanya menjadi pertanda
betapa dua orang lelah berkata-kata
Diam tidak pernah sedemikian menyiksa

Lalu ketika kita duduk bersama
Dan sunyi menjadi orang ketiga di antara kita
Sunyi menjelma menjadi luka
Luka yang menculik kata-kata
dan kita hanya diam tanpa bahasa

aku ingin sekali bicara, sayang
tapi air mata mendahuluiku
aku ingin sekali berucap, sayang
tapi ucapanmu lebih dulu menikamku
aku ingin sekali berkata
"Untuk kali ini, aku tidak baik-baik saja"
tapi aku tak bisa
aku ingin sekali menunjukkan, sayang
apa dan dimana luka itu berada
tapi aku tak kuasa

kurasa, sunyi kini jadi puisi