Setiap kali kamu
melintasi awan-awan itu, ingatlah
Semula awan sekadar
tetesan, setelah bergulat dengan panas
Jadilah ia seringan
kapas
Semula awan berkarib
dengan tanah, kini ia memenuhi langit yang megah
Kudengar, kau kini
sedang melintasi awan-awan itu menuju sebuah negeri yang belum pernah kujamah
Benarkah?
Benarkah...
Thursday, 29 September 2011
Sunday, 25 September 2011
pagi ini sebuah catatan singkatyang kutulis dengan buru-burutak sengaja terbaca olehmuaku menuliskan beberapa hal tentang kitaseperti pesan pertama yang kau kirimpertemuan pertama yang di luar rencanajuga percakapan-percakapan panjang di luar kepalakamu sudah mulai lupa, ku kiramaka kutulis ini dengan doapagi ini kau...
Sunday, 11 September 2011
Suatu obrolan di kampus. Saya dan teman-teman sedang asyik
berdiskusi hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu jam sembilan kurang.
Saya berdehem,”ehem, jam malem cewek nih. Udahan yuk diskusinya, lanjut besok”.
Seorang teman *yang sangat kejam* nyeletuk,”Lho, disini kan cowok semua”. Kemudian dia dan yang lain
tertawa...
Saturday, 3 September 2011
suatu senja, saat secangkir kopi yang kau suguhkan masih mengepul
saat kursi kayu jati di beranda jati masih tegak menopang
kau datang membawa senyuman
kita kemudian bersebelahan, saling menghitung uban
matahari yang sejak pagi berlari-lari cemburu melihat kita yang tak peduli waktu
seperti kerut-kerut yang menggerutu,...