Sunday, 1 March 2009

Ah, senyum

03:46 0 Comments
ah,senyum..
memang tak bisa di nujum..
amarah yang kemarin meledakkan tangis
kini oleh kalian ditepis manis..

ah,senja..
cahaya temaram yang selalu sampaikan simfoni warna
tanpa ia,mana siap aku menyambut malam
dalam isak yang tersulam

ah,bunda. .
maafkan ananda tiada dapat dipercaya. .
bukan salah bunda,,jika aku kembali mendapat murka..

ah,bunda
kenapa ah yang kau ucap tampak gerah?
pertanda lelahkah?
jangan bunda,aku masih butuh amarahmu
agar aku tak menjadi jalang baru

ah,bunda
ah,cinta..

Maaf, Bunda..

03:44 0 Comments
Bunda..
maaf, aku pulang tanpa apa-apa
Tiada senyum bahagia yang mampu kuramu untukmu
atau sekedar haru yang berwarna biru
apalagi tawa dan suka cita
tanganku kosong,bunda..

sejujurnya
aku membawa
malu yang luar biasa
dan gagal yang menyiksa
mana patut kusuguhkan pada bunda
meski hanya itu yang kupunya,kubawa

jadi aku tanggalkan mereka di depan pintu
jangan heran aku jadi gagu
mataku basah sebab sesal dan rindu
jiwaku compang-camping dihadapmu
tak mampu utuh sebab rapuh
tak lengkap karena aku tak cakap

apa bunda?
aku boleh membawa masuk mereka?
kau terima aku utuh walau kecewa?

maaf bunda,,
kau bisa mencintaiku begitu apa adanya
tapi baktiku masih mengada-ada..
maaf bunda. . .

SETIA

03:40 0 Comments
malam ini
habiskan saja makan malam kita
aku tak bisa pulang,dinda..

...

lalu kopi yang kau janjikan sambil menunggu
tak perlu kau buat secangkir lagi untukku

...

dan selimut yang menghangat
tak perlu kau tinggal di depan pintu untukku yang terlambat
pulang dan tersesat..

...

cukup esok pagi kau sisakan senyum itu
saat membuka pintu
karena itulah semestaku..

lalu berhamburlah dalam dekapku
hanya parfummu yang menempel disitu
...

itukah setia yang kau tanya?
kaulah bagiku semesta..