Sunday, 1 March 2009

Maaf, Bunda..

03:44 0 Comments
Bunda..
maaf, aku pulang tanpa apa-apa
Tiada senyum bahagia yang mampu kuramu untukmu
atau sekedar haru yang berwarna biru
apalagi tawa dan suka cita
tanganku kosong,bunda..

sejujurnya
aku membawa
malu yang luar biasa
dan gagal yang menyiksa
mana patut kusuguhkan pada bunda
meski hanya itu yang kupunya,kubawa

jadi aku tanggalkan mereka di depan pintu
jangan heran aku jadi gagu
mataku basah sebab sesal dan rindu
jiwaku compang-camping dihadapmu
tak mampu utuh sebab rapuh
tak lengkap karena aku tak cakap

apa bunda?
aku boleh membawa masuk mereka?
kau terima aku utuh walau kecewa?

maaf bunda,,
kau bisa mencintaiku begitu apa adanya
tapi baktiku masih mengada-ada..
maaf bunda. . .

SETIA

03:40 0 Comments
malam ini
habiskan saja makan malam kita
aku tak bisa pulang,dinda..

...

lalu kopi yang kau janjikan sambil menunggu
tak perlu kau buat secangkir lagi untukku

...

dan selimut yang menghangat
tak perlu kau tinggal di depan pintu untukku yang terlambat
pulang dan tersesat..

...

cukup esok pagi kau sisakan senyum itu
saat membuka pintu
karena itulah semestaku..

lalu berhamburlah dalam dekapku
hanya parfummu yang menempel disitu
...

itukah setia yang kau tanya?
kaulah bagiku semesta..

Monday, 17 November 2008

puisi

00:53 1 Comments
aku ingin kau merasa
tapi aku tak pernah bisa
aku ingin kau tahu
tapi aku tak pernah mampu
sekat itu menahanku
sebelum kau mengecup keningku
dan berkata
"Akulah yang halal bagimu.."

aku harap kau mengerti
meski aku tak bisa memberi
selain cinta yang tumbuh dalam nurani
aku bermimpi aku selalu
mendengar detak jantungmu
yang disana ada Dia dan aku
tapi kau terlampau jauh untuk kusentuh..

kau selalu berkata belum saatnya...