Monday, 3 October 2011

TIMELINE #15harimenulisdiblog


Saya suka mengintip timeline kamu tiap malam. Mengintip dari tweet terakhir yang saya baca hingga tweet terbaru yang kamu tulis. Dari apa yang saya baca itulah saya menduga kamu sibuk apa hari itu, kamu bercanda dengan siapa saja hari itu, kamu sedang memikirkan siapa hari itu.

Saya tidak punya akun twitter dan saya bersyukur saya tidak perlu punya akun kalau hanya sekadar ingin membaca timeline mu, mengamatimu dari kejauhan.

Saya bersyukur kamu masih membuka profilmu itu dan saya berharap selepas pengakuan ini, kamu tidak mengubahnya. Kamu tidak membuat saya harus secara terang-terangan mengikutimu.

Saya kadang kesal sendiri, tiap kamu menulis tentang perasaan, atau rindu, atau cinta. Saya hanya bisa sebatas menduga, siapa dibalik itu semua? Siapa yang betah sekali berada di pikiranmu—seperti kamu yang betah sekali berada di pikiran saya?

Karena saya hanya bisa menduga, saya menimbun tanda tanya tiap hari, mengumpulkan penasaran yang makin hari makin menggunung. Dan yang paling parah, perasaan yang mulai tak bisa dibendung.
Saya Cinta Kamu.

Kamu mengaku. Saya ternganga. Tak menduga kamu yang saya anggap acuh, ternyata begitu rajin mengamati, begitu peduli. Hanya saja kamu diam, hanya saja kamu seperti hantu, tak meninggalkan jejak. Tak ada bukti, karena itu sepanjang hari saya hanya terus berspekulasi. Menulis tentang cinta, tentang rasa, tentang rindu tanpa pernah merujuk kepada siapa pun. Karena orang yang ingin saya sebut, tak punya akun twitter. Kamu.

Pengakuan ternyata membawa kamu dan saya, menjadi kita. Doa kita yang sederhana: semoga cinta tak hanya tumbuh di timeline, semoga cinta kita menyempurnakan satu sama lain. amin

tempat belajar