Monday, 25 April 2011

Kamu memang baik, tapi..

Teruntuk kamu yang seringkali tanpa pamit masuk ke dalam mimpiku..

Sebelum kamu teruskan membaca suratku ini, anggap saja kita ini sudah saling jatuh cinta. Anggap saja kita ini sudah sepakat untuk saling memiliki, anggap saja kita sudah tak lagi bisa jatuh cinta kepada yang lain.

Sudah? Kamu sudah beranggapan begitu? Baiklah, kalau begitu, silakan teruskan membaca. Jika belum, ambil jeda sejenak dan bayangkan aku ini adalah seseorang yang begitu kamu idamkan. Bayangkan saja, anggap saja..

Karena kita sudah saling mencintaimu, jangan keberatan kau kupanggil sayang..



Sayang, hari ini aku melihat langit agak mendung. Aku menunggu sms darimu, semisal, ”Bawa payung, kan?” atau ”Mau kujemput?” atau apa sajalah yang menunjukkan kamu ingin menjagaku, kamu ingin memastikan aku baik-baik saja. Tapi nyatanya, hapeku tak bergeming. Tak ada satupun sms masuk.

Sayang, aku memang tak ingin kemana-mana. Tak ingin kau antar ke lekuk-lekuk kota, atau ke taman, atau ke museum, atau ke dermaga. Aku ingin disini saja, tapi berdua, bersamamu. Aku ingin dunia membeku begitu kita bersebelahan, aku ingin waktu berhenti saat kita berdekatan. Aku tak ingin abadi, aku hanya ingin detik dimana kita sedang bersama dapat dikristalkan, bisa kita simpan dan terus kita kenang.

Aku tak mempermasalahkan kamu yang lebih suka membaca buku teknik alih-alih membaca novel sastra. Aku tak mempermasalahkan kamu yang tak tertarik sedikitpun pada hal yang membuat aku betah berlama-lama. Tuhan memang sengaja menciptakan kita berbeda sayang, untuk saling melengkapi dan memahami. Kamu memang kepingan lain yang dikirim Tuhan untuk dipersatukan denganku, bukan?

Karena itu, tak pernah kupaksa kamu untuk jatuh cinta pada panggung drama, atau lakon budaya, atau sekadar buku-buku roman. Aku tahu kamu akan bosan. Sebaliknya aku berusaha mengerti setiap dimensi yang kamu bangun. Meski aku tak tahu apa itu kalkulasi teknik, aku siap seberapa lamapun menemanimu belajar, karena denganmu, apapun itu, dunia menjadi lebih mudah kuterjemahkan.

. . .

kamu sudah selesai membaca? Itu yang kurasakan jika Tuhan berkehendak kita dipersatukan. Namun..

hari ini hujan, dan aku hanya melihat kamu tersenyum dari kejauhan. Sekadar menyapa kecil. Kamu seolah lupa, baru kemarin kamu menemaniku di perpustakaan, seminggu lalu kamu berjalan disampingku di tepi kota, menikmati bintang-bintang yang seolah ditaburkan oleh Tuhan.

Kamu lupa, aku kemudian menjadi jatuh cinta. Kamu lupa, karena terlalu banyak gadis yang sudah kamu buat jatuh cinta. Dalam sekejap, sekejap saja..

Kamu memang baik, tapi tak hanya padaku saja. Dan aku salah mengartikan berlebih hingga mimpi kemudian menjadi buih. Kamu, tetap tinggi.. tak teraih..

* * *
sudah lama nggak nulis fiksi galau begini, seru juga :)
untuk para gadis yang sering dibuat kegeeran, this posting is dedicated for you all.
lelaki memang bisa membuat kita galau, tapi hanya diri kita sendirilah yang justru membuat hidup kacau. Semangat! jatuh cinta itu boleh, tapi hidup tetap harus dijalani dengan senyum dan bahagia. laki-laki? ah, jadikan yang kesekian dulu. kejar dulu mimpi-mimpimu!

special to: sahabat saya yang sedang mencoba untuk move on
credit picture here

tempat belajar