Saturday, 25 April 2009

tips menghadapi masa sulit

Ini hanya sebuah catatan kecil mengenai seorang gadis yang baru saja kacau hatinya *lebay ^^*. Mungkin bukan hanya saya yang merasakannya. Saya yakin sekali dalam hal urusan asmara yang tidak begitu mulus, saya tidak sendirian. Hal itu membuat saya agak lega. Dunia tidak jadi runtuh. Kalaupun runtuh toh tidak hanya saya yang menerima ‘runtuhan dunia’ tersebut.

Ini serius. Untuk sampai pada titik bahwa tidak hanya saya yang merasakan cinta yang tidak mulus, saya perlu waktu. Waktu untuk mengamati sekeliling, waktu untuk menelaah tiap hal yang ada dalam hidup saya termasuk urusan asmara yang tidak begitu mulus tadi ( kita singkat saja UAYTBM, ^^). Bagi sebagian remaja lain yang kebetulan menjadi teman saya, UAYTBM bisa menjadi bumerang. Semangat menjadi drop, mudah tersinggung, sensitif. Saya pun perna mengalaminya ketika UAYTBM saya yang pertama terjadi. Wah, saya bisa menghabiskan seharian hanya untuk menangis. Kalau saya mengingatnya, saya menjadi geli sendiri. Betapa sia-sia air mata yang saya keluarkan itu sebab tidak ada pengaruhnya bagi hidup saya. Hanya sebuah kelegaan saat itu, ya lega. Entah mengapa setelah menangis hati menjadi lebih lega daripada sebelumnya. Mungkin rasa sakit bergelayut pada air mata juga, jadi saat air mata keluar, rasa sakit yang menyesak itu pun keluar.

Baik, kembali pada kesadaran mengenai saya tidak sendiri dalam menghadapi UAYTBM kemarin ini. Tidak ada air mata, tidak ada semangat yang turun. Mungkin hanya agak sensitif dan saya menjadi cenderung pendiam. Beberapa teman dekat saya mengatakan begitu. Saya pikir ini sebuah kemajuan bagi saya. Lalu saya pikir, kalau semua orang mengalami UAYTBM bisa merasa seperti itu juga, mungkin dunia akan sedikit lega.

Baikah, ini tipsnya mengapa saya tidak menjadi drop
1. Mencintai diri sendiri lebih daripada mencintai orang yang mencintai kita
Bukan berarti egois. Makna mencintai disini adalah kita lebih mengenal diri kita sendiri dan paham betul apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Ketika cinta pada diri sendiri melebihi cinta pada orang lain akan muncul suatu kesadaran bahwa air mata kita adalah untuk orang yang sangat kita cintai yaitu TUHAN, keluarga dan diri kita sendiri. Kesannya mungkin agak terlalu teoritis dan muluk-muluk. Tapi memang begitu. Jika ingin anda dapat mencintai mereka yang saya sebutkan tadi, hati-hatilah dalam menyemai cinta anda bagi orang lain. Jangan sampai tumbuh terlalu subur. Bertunas saja sudah cukup. Sehingga kita ’dia’ pergi, anda tetap baik-baik saja.

2. Kesadaran bahwa begitu banyak yang mencintai kita dengan tulus.
selama ini mata anda mungkin tertutup oleh cinta kepada ‘dia’. Bukalah mata anda sekarang. Ada begitu banyak orang yang mencintai anda sesungguhnya, termsuk ALLAH. Coba hitung berapa banyak yang sudah Dia berikan untuk anda. Nafas, langakah kaki, tubuh yang sehat, penglihatan yang normal, hingga anda mampu membaca tulisan ini adalah sedikit dari limpahanNya yang begitu tumpah tuah. Anda dapat menyadarinya tentu saja kalau anda sudah memiliki penafsiran baru tentang cinta. Bagi saya pribadi, cinta adalah sebuah ’pembangkit tenaga’ untuk melakukan sesuatu bagi orang lain dengan tulus. Dengan definisi semacam itu mata saya terbuka untuk melihat betapa cinta Ibu saya begitu besar. Belum lagi keluarga yang lain, belum lagi sahabat-sahabat saya. Kadang memang keinginan saya berbeda atau malah ditentang dari sal;ah satu dari mereka. Bukan berarti mereka tidak mencintai saya karena tidak sependapat dengan keinginan saya. Namun, justru karena mereka paham betul apa yang saya butuhkan sebenarnya. Apakah ‘dia’ mampu mencintai anda seperti itu? Jika tidak, jangan ragu untuk tidak menoleh kebelakang lagi. Just let him go!

3. Saat dilahirkan kita belum mengenal dia, hidup toh baik-baik saja.
Sejak saya lahir jebrol saya mengenal keluarga saya lebih dulu. Saya bayangkan saat saya lahir saya malah bertemu ‘dia’ lebih dulu, yang notabene saat saya lahir dia masih anak kecil. Wah hidup saya pasti sangat kacau. Untungnya saya bertemu dengan keluarga saya dulu. Maka saya pun diasuh hingga mampu menrasakan UAYTBM tadi. Dan ‘dia’? Mengenalnya pun baru sebatas nama, tempat tanggal lahir, alamat, hobi, kebiasaan, dan sedikit asal-usul . coba sebut apa yang lebih dari itu, paling-paling anda juga sama. Cuma itu. Jadi kalau kita menghapus memori yang sedikit itu, hidup kita akan tetap baik-baik saja, kan? Melupakan tidak sesepele itu. Oke,oke jawabannya ada di point 1 dan 2. silakan pahami dulu.
4. Hidup harus dilanjutkan.

Tha last but not least, ini kesadaran yang sangat penting. Masih begitu banyak hal yang menanti untuk kita raih, jika kita hanya stagnan disini hidup pun menjadi mandeg. Ada banyak hal disekeliling kita yang lebih indah daripada perasaan berbunga-bunga saat bersama ’dia’. Ada sunrise yang begitu mempesona, ada jutaan bintang tiap malam yang menawan, ada langit biru yang begitu lapang, ada angin sepoi yang rajin membelai wajah kita. Ada keindahan dalam setiap hal disekililing kita jika kita memandang mereka dengan cinta pula. Itu baru alam, sesuatu yang bukan manusia. Bagaiman dengan keindahan perasaan yang tercipta saat bersama orang lain? Percayalah, hidup lebih indah saat kita tidak sendirian. Kalau UAYTBM membuat anda merasa menjadi sendirian, tolong buka mata. Dunia ini begitu penuh dengan manusia dan anda merasa sendiri? Just forget him.


tempat belajar