Sunday, 22 May 2011

Karena Wanita Bukan Barang Untuk Dijual


Baru saja salah seorang teman saya ngetweet yg intinya kurang lebih karena dia gendut, dia ngga laku. Saya langsung jawab tweet teman saya itu begini,”Karena perempuan itu bukan barang untuk dijual”.

Ya, sering kali saya sendiri terjebak pada pemikiran bahwa menjadi perempuan harus mempercantik diri. Tapi untuk apa? Agar dipandang? Agar dilirik? Oleh siapa? Agar disukai? Oleh siapa? Memang kenapa jika kenyataannya tak ada yang tertarik pada fisik saya? Memang kenapa jika tak ada yang ’naksir’ saya?

Pasti, saya yakin, ada rasa minder. Itu wajar. Sangat wajar. Apalagi jika sampai lelaki yang kita suka bahkan melirik pun tidak. Tapi apakah memang se-urgent itu soal laku? Semenyedihkan itu kah jika dalam usia muda perempuan tak ada laki-laki yang tertarik menjadikannya kekasih?

Ketika SMA saya memang sempat punya pikiran semacam itu, tapi seiring waktu kesadaran itu muncul perlahan. Menjadi wanita adalah bukan soal laku atau tidak laku ketika masih gadis, tapi soal pantas-memantaskan diri untuk jodoh terbaik yang sedang disiapkan Tuhan.

Wow, sudah omongan berat ini. :D
Tapi ya, kenyataannya memang begitu.

So girls, kalau kamu sekarang kamu udah punya pacar dan merasa dia itu jodohmu, pertahankan dan juga jangan sampai melewati batas.

Dan buat yang masih single.

Fisik memang bisa membuat lelaki tertarik, tapi yang bisa membuat hubungan bertahan adalah sikap, pemikiran dan attitude kamu. Kamu boleh khawatir soal berat badan, soal jerawat, soal komedo tapi kamu harus lebih khawatir kalau kamu merasa apa yang ada dalam dirimu belum bisa kamu banggakan. Jadilah pribadi yang bisa menghargai, menghormati termasuk kepada diri sendiri. Jadilah pribadi yang menerima dan mengerti, termasuk kepada diri sendiri.
berduri tapi dicari, karena durian punya inner beauty :D *ini sih saya yang pengen duren*

Sok banget deh kamu, Nad. Jadi kamu sudah merasa bisa menghargai, menghormati, menerima dan mengerti? Jadi kamu merasa punya inner beauty yang luar biasa?
Bukan, saya pun masih dalam tahap belajar dan memperbaiki. Terus dan terus.

Dan postingan ini bukan untuk menyalahkan atau menyudutkan kawan saya itu, postingan ini adalah untuk semua gadis dan khususnya untuk pengingat saya pribadi dalam bersikap.

tempat belajar