Saturday, 29 August 2009

blog yang kosong

Akhir-akhir ini, dua blog saya, satu di blogspot dan akun multiply ini agak jarang saya urusi. Maaf untuk yang membuka dan kecewa karena isinya belum juga berubah. Sebenarnya, ini gara-gara facebook. Haduuh.. mlah nyalahin yang lain ya..
Jadi begini, saya merasa kalu saya memposting tulisan di facebook ,akan lebih banyak di baca orang daripada saya post di blog. Buktinya jelas, cerpen-cerpen saya langsung disambut dengan antusias. Berbeda sekali dengan blog dan multiply. Sepi..
Salah saya juga sih, kurang pandai mencari relasi di dunia maya. Tapi semoga, dengan ke-intens-an yang bertambah, begitu juga teman saya bertambah di dunia maya ini.
Soal facebook, saya merasa sangat banyak manfaatnya untuk saya. Bagaimana tidak, lewat facebook, tulisan-tulisan saya akhirnya dapat dibaca oleh sastrawan-sastrawan tanah air. Gimana nggak ‘bangga’ tuh..
Awal mula dari kisah ini begini. Saya memiliki sosok seorang idola, Gus Mus. Sosok kiai yang sangat mengayomi dan menjadi panutan. Oleh beliau, saya disarankan untuk membagi tulisan-tulisan saya di facebook agar bisa dinilai oleh orang lain dan tahu, sejauh mana kualitas tulisan saya.

Saya manut, akhirnya, cerpen saya yang berjudul ‘SURAT’ saya posting. Tak ketinggalan, Gus Mus ( akun facebooknya SIMBAH KAKUNG) juga saya tag. Sambutan yang saya terima lumayan, komentar-komentar atas cerpen saya itu membuat saya tambah semangat saja. Tapi, saya tunggu-tunggu komentar dari Gus Mus kok nggak ada.
Paginya saya terkejut ketika melihat notifikasi. Ternyata Gus Mus me-repost tulisan saya itu dan men-tag sastrawan-sastrawan seperti Sitok Srengenge dan Timur Sinar Suprabana. Air mata saya mengalir. Antara bahagia dan haru. Saya tidak menyangka Gus Mus sepeduli itu terhadap saya. Saya menjadi semakin mengidolakan beliau. Terima kasih, Simbah Kakung..

tempat belajar