Thursday, 1 August 2013

Kabut dan Hari Esok

Kamu pernah berada di lereng gunung menjelang subuh? Jika kamu pernah, maka kamu akan merasakan bagaimana rasanya memandang ke depan penuh kabut. Kamu tak tahu apa yang ada di depanmu. bisa saja kamu berada di jalur yang tepat, bisa saja kamu sedang berada di tepi jurang dan harus putar balik. Kamu tak pernah tahu. Kamu harus menunggu sampai matahari benar-benar di atas kepala untuk mengusir kabut-kabut itu agar kamu tahu tepatnya di mana kamu berdiri dan kemana kamu akan melangkah.

Begitulah masa depan. Sehebat apapun kita merancang, Tuhan dengan keajaibannya selalu penuh kejutan. dan kejutan kali ini bernama kabut itu. Kamu punya waktu terbatas untuk melanjutkan perjalanan. Kamu tak bisa selamanya menunggu hingga matahari mengusir kabut yang menyelimuti karena kamu tahu kamu tak bisa selamanya menuggu, perbekalanmu terbatas, pun waktumu. Kamu harus melangkah ke depan, dengan penuh yakin kamu tidak melangkah ke jurang. Ya benar, itu terdengar seperti mengadu nasib. Ah bukan kah hidup memang penuh dengan peraduan? Termasuk hari esok.

Dan saat ini, kamu tahu betul apa yang kamu butuhkan. Rekan perjalanan, mungkin bukan seseorang yang pernah melalui jalur ini, tapi seseorang yang mau mendengar dan mau menggenggam tanganmu seerat mungkin saat kamu berada di tepi jurang. Seseorang yang tak akan membiarkamu jatuh, seseorang yang mau menemani berjalan dalam kabut.

Ya, kamu sadar. Kamu tidak butuh matahari, kamu butuh keberanian untuk terus berjalan. Dan rekan seperjalanan terasa begitu mewah saat kamu berada di tempat yang begitu asing, tempat yang belum pernah kamu jejaki. Hari Esok.

tempat belajar