Tuesday, 11 September 2012

selamat pagi, Kamu

Selamat pagi, kamu. Nyenyakkah tidurmu semalam? semoga begitu. Akhir-akhir ini angin selatan sedang menggempur hebat malam-malam, menyiksa orang-orang menggigil dalam dingin. Seperti yang hampir sepuluh bulan ini kuketahui, kamu adalah salah satu spesies yang tidak berkomprongi dengan dingin. Berkali-kali bersin, hidung mampet yang akhirnya berujung pada sakit rutinmu, Flu. semoga malam ini, pun malam-malam yang lain, membuat kamu lebih tangguh.

Apa? Tidurku? Ah, perlukah itu kuceritakan? Singkat saja, aku terbangun sejam sekali. dengan mimpi buruk yang rasanya membuatku lebih memilih untuk terjaga. Mimpi apa? Bahkan saking buruknya mimpiku semalam, aku tak sanggup menceritakan. akhirnya, tidurku tak nyenyak semalam.

Apakah aku baik-baik saja? Bukankah itu adalah pertanyaan yang akan kuajukan kepadamu juga? Tentu aku ingin mendengar jawaban baik. Bahwa kamu baik-baik saja, bahwa kamu merasa bahagia, bahwa kamu tak pernah lupa makan, bahwa kamu sangat konsen dengan kuliahmu, bahwa kamu sedang menikmati memfokuskan diri, bahwa kamu sedang menikmati hidup tanpa beban. tanpa aku.

Bolehkah aku tertawa?
Aku ingin menertawakan betapa bodohnya aku selama ini. Menjadikan diri sendiri beban bagi orang lain, dan bertindak tanpa memikirkan hati dan perasaan lain. perasaan kamu. bolehkah aku menertawakan diri atas kebodohan itu?

Hidup nampaknya jauh lebih mudah bagimu dalam jalanmu sendiri. aku tak lagi menuntut apa-apa. Ijinkan saja aku mengamati dari jauh--aku berjanji tak akan mengganggu--bahwa kamu baik-baik saja dan semakin baik-baik saja.

di suatu pagi, di suatu tempat yang pernah bersama kita jelajahi

tempat belajar