Thursday, 14 June 2012

Allah Mendengar


Waktu saya kecil, saya sering punya mimpi-mimpi aneh. Jadi jurnalis yang ditempatkan di medan perang atau jadi dokter yang dinas di pulau sabang. Lain hari saya bisa begitu sangat ingin menjadi aktris yang memerankan tokoh psikopat. Just a random thought.

Semakin saya besar, semakin saya sadar dunia itu BENAR-BENAR LEBAR. Semakin saya tahu bahwa banyak orang hebat, banyak orang pintar dan orang-orang itu memulai semua itu dengan belajar dan berkeyakinan teguh.

Saya termasuk orang yang memang kurang rapi dalam merencanakan hidup. Maksud saya, saya ngga punya target tertentu yang harus dicapai dalam usia sekian. Hal itu karena akhirnya saya sadar, diri saya sendiri lebih nyaman menjadi tipe yang menikmati. Termasuk soal urusan ke luar negeri.

Waktu saya masih SMP, kakak saya sudah berhasil melanglang buana ke Amerika. Semacam studi banding selama sebulan. Beberapa tahun setelah itu, kakak saya yang lain ke Taiwan untuk sebuah kegiatan Nahdlatul Ulama. Lalu saya masih sampai pada pertanyaan,”Kapan bisa naik pesawat?”.

Sampai akhirnya email mengejutkan itu datang. Siapa menyangka saya akan ke Singapura tanpa biaya sepeserpun? Saya tak pernah ada rencana akan membuat paspor tahun ini, tapi Allah rupanya sudah mengatur. Saya sempat berbisik pelan kepadaNya, saya ingin melihat luar Indonesia sebelum saya berumur 20 tahun. Dan Allah mewujudkannya sebagai hadiah ulang tahun ke 20 saya.

Bagi sebagian orang, ini memang bukan sesuatu yang besar. Tapi untuk saya, ini cukup untuk bersyukur.

Ya, bulan Juli nanti saya dan kawan-kawan dari Indonesia akan bertolak ke Singapura untuk mengikuti Google Student Ambassador Summit. Apakah saya menyangka ini? Tidak sama sekali. Namun, ini membuat saya yakin Allah selalu mendengar. Dan sayangnya kita yang sering luput berdoa, luput percaya bahwa semua mimpi bisa menjadi nyata.

Berdoalah dengan teguh, maka Allah bisa mengabulkan semua dengan utuh!

tempat belajar