Saturday, 30 October 2010

apologi

Lelaki yang dulu mencuri mataku

Datang dengan tangan tergenggam



“Aku kembalikan hatimu, ternyata kita berbeda ukuran”



Lelaki yang dulu memenjara malam-malamku

Datang sambil menggumam



“Aku gagal, Betapapun aku menginginkan menyatukan.”



Lelaki yang dulu memunguti resahku dengan cerah berdebu

Datang dengan menunduk dan diam



“Lelaki, kita gagal. Bahkan sejak awal”



Lantas dia tergesa-gesa pergi, meninggalkan seonggok darah merah yang mengental.

Seonggok, di pojok.

tempat belajar