Sunday, 13 June 2010

Sepatu Luna Maya

Sepertinya heboh soal Luna-Ariel_Cut Tari tak jua reda. Meski sudah bukan trending topic di twitter lagi, tampaknya berita itu tetap heboh. Saya termasuk orang yang tidak mengikuti berita itu lewat televisi (di rumah tidak ada televisi) hehe, saya juga bukan orang yang pernah nonton videonya. Jadi ya, saya tidak bisa ikut komentar itu asli apa bukan. Hoho.

Hari sabtu kemarin, saya sedang jalan-jalan, katakanlah shopping begitu, dengan sepupu saya, Dek wava. Niat utama sabtu kemarin adalah berburu sepatu yang girly, untuk saya pakai pas kuliah nanti. Setelah muter-muter, pilihan saya jatuh ke flat shoes hitam beludru dengan harga yang masih bisa saya jangkau, 60.000 kurang seratus rupiah.

Sepatu itu nyaman saya pakai dan meskipun tidak sepantas sepatu kets jika saya pakai, sepatu hitam itu lumayan pantas lah.


Setelah memantapkan hati, petugas toko segera membungkus sepatu itu dan memasukkannya ke kardus, SECARA KEBETULAN kardus yang ternyata bergambar Luna Maya. Hohoho.
Dek Wava jadi heboh dan berkomentar, “ Wah, Mbak, sepatunya Luna Maya, bisa ‘ketularan’ tuh! Hahaha..”

Tentu dek wava mengungkapkannya dengan nada bercanda. Petugas toko pun ikut-ikutan tertawa.

Saat itu, saya baru menyadari betapa reputasi bintang iklan sangat berpengaruh terhadap produk yang diiklankan. Saya pikir sih ngga ada juga orang yang lebay, setelah tahu skandal Luna lantas ngga mau memakai sabun Lux, atau misal sepatu beludru hitam seperti saya.

Tapi pastinya, jika ada produk yang lain yang berkualitas sama dan bintang iklannya lebih ‘bersih’ para consumer akan pindah. Kalau saya sih pengecualian, soalnya sudah terlanjur bayar itu sepatu. :-D

Betapa citra itu ternyata sangat penting. Bukan berarti kita harus jaga image, bersikap berpura-pura, tapi kita harus mengendalikan diri kita agar berlaku yang pantas dan sopan. Kita sebagai orang timur—sebenernya di tengah globalnya dunia ini, batasan timur dan barat di luar segi geografis mulai memudar—harusnya memperhatikan norma-norma sosial dan norma susila yag ada di lingkungan kita.

Selain untuk ‘membentuk’ citra, berperilaku sesuai norma juga akan membangun kenyamanan bagi diri kita sendiri dan masyarakat. Lihat deh, heboh Luna-Ariel itu meresahkan banyak orang sampai Mabes Polri saja turun tangan. Banyak orang tua yang khawatir kalau-kalau anaknya mengakses video mesum itu, kekhawatiran ini jelas bentuk ketidaknyamanan, bukan?

Sudah saatnya kita mengingat kembali kebebasan individu tetap tak bisa lepas dari batasan sosial, agama dan susila. Sok banget deh ini bahasa saya. Hahaha

Balik lagi soal kenyamanan, meskipun sepatu saya bintang iklannya si Luna Maya, sepatu saya tetap nyaman dipakai kok.

tempat belajar