Saturday, 18 June 2016

Kuliah di UK - What I Need to Know? Part 2

Setelah 3 bulan lalu menulis bagian 1, kini akhirnya selesai juga bagian ini. Semoga malas tidak melanda untuk menuliskan bagian terakhir nanti!

Juni 2015 saya mendapatkan dua kenikmatan yang luar biasa. Unconditional Letter dari Warwick Business School dan juga beasiswa LPDP. Pada saat itu, perasaan saya bercampur antara syukur, senang , nervous dan juga penuh pertanyaan akan seperti apakah hidup saya nanti di UK dan apa saja yang harus saya persiapkan. Tulisan ini, menyambung tulisan saya sebelumnya, ditujukan untuk teman-teman yang berada di fase tersebut. Sudah diterima di universitas tujuan dengan sokongan dana penuh baik itu dari beasiswa maupun dari kantong pribadi.


Saya mendapatkan cukup banyak pertanyaan di fase ini yang akan saya coba rangkum dan semoga membantu!


Sebaiknya tinggal di mana UK?

Memilih tempat tinggal di UK perlu mempertimbangkan beberapa faktor dan prioritas dari faktor-faktor tersebut bisa berbeda antara satu orang dengan yang lain. Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah area kampus, lokasi kampus, beban kuliah, keamanan dan juga kenyamanan. Di UK, setidaknya ada dua macam tipikal area kampus. Kampus dengan area terpusat yang artinya semua wilayah kampus berada di area yang sama dan kampus yang memiliki gedung-gedung yang terpisah namun masih berada dalam satu kota yang sama. Contoh kampus dengan area terpusat di Indonesia adalah seperti ITS dan UI. Sementara kampus dengan gedung-gedung yang terpisah seperti UNAIR dan UGM. Kampus saya sendiri areanya terpusat di Coventry, mirip dengan kampus saya dulu ITS. Hampir semua kebutuhan mahasiswa ada di area kampus mulai dari supermarket, kantor pos, bank, bioskop, art centre, bookshop, health center, sport center, masjid, hingga café dan bar. Di kampus semacam University of Warwick, tinggal di dalam kampus atau on campus menjadi nilai lebih karena hal-hal tersebut. Alasan lainnya adalah beban kuliah yang mengharuskan saya untuk sering di kampus hingga larut malam karena ada group work. Teman-teman saya yang tidak tinggal on campus, harus meninggalkan kampus dan berkejaran dengan bis terakhir sekitar pukul 11 malam. Kalau tertinggal, selamat menunggu sampai pagi berikutnya atau harus naik taksi.


Lingkungan on campus juga relatif lebih aman karena ada security yang selalau berkeliling dan mengamankan kampus. Berjalan pukul 3 pagi di tengah kampus saya tetap merasa aman dan nyaman saja. Tinggal on campus juga memberikan kesempatan saya untuk mengenal orang-orang baru. Campus accomodation, atau akomodasi yang dikelola kampus juga bisa memberikan kesempatan ini. Saya bisa berteman dengan orang yang memiliki latar belakang yang jauh berbeda dari saya dan tentunya ini memberikan kesempatan jejaring untuk saya juga. Tinggal off campus juga memiliki kelebihan dari segi biaya, yang biasanya jauh lebih murah. Teman-teman dari Indonesia seringkali bersama-sama menyewa satu rumah dan ditinggali bersama. Biaya yang dihemat bisa sampai separuh biaya tinggal on campus. Tinggal off campus juga artinya kita bisa memilih lokasi kita dan lingkungan kita. Dan untuk yang kampusnya tersebar, hal ini juga menyenangkan karena kita bisa memilih lokasi yang berdekatan dengan gedung jurusan atau laboratorium kita.


Saya sendiri tinggal on campus dengan pertimbangan kuliah yang penuh dan tugas yang mengharuskan saya berada di kampus hingga larut. Ibu saya sendiri merasa lebih yakin jika saya tinggal on campus dan Alhamdulilah saya mendapatkannya. Konsekuensinya, saya harus lebih berhemat di makanan dan juga pengeluaran yang lain. Namun untuk saya pribadi, hal itu sebanding dengan apa yang saya dapatkan. Kalau kamu masih bingung, silakan pertimbangkan faktor-faktor tadi dan mana yang kamu prioritaskan. Jika biaya adalah prioritas kamu, saya sarankan kamu mencari akomodasi off campus yang murah. Namun jika kamu memiliki prioritas yang sama dengan saya, kamu bisa memilih tinggal on campus.


Soal makanan halal bagaimana?

Alhamdulilah, di dekat kampus saya terdapat supermarket besar yang menyediakan daging halal. Saya biasa memasak sendiri selain karena alasan hemat juga karena saya bisa yakin jika makanan saya itu halal dan sehat. Namun di UK tempat makanan halal sendiri mudah ditemui. Beberapa toko biasanya menuliskan logo halal di toko mereka. Meskipun tidak semudah mencari makanan halal di Indonesia, restoran di UK juga beberapa menyediakan menu halal. Sebagai kostumer kita dituntut lebih aktif mencari tahu tentang kehalalan ini jika kita memang memiliki concern yang tinggi dengan apa yang kita makan. Tapi memang yang paling mudah masak sendiri, sehat dan murah. Saya sendiri biasanya sekali masak dalam jumlah besar dan saya simpan di kulkas, sehingga bisa saya makan untuk hari berikutnya, tinggal menghangatkannya di microwave. Cara ini selain efesien waktu juga effort.


Kalau begitu, apa saja yang perlu saya bawa? Baju hangat bawa dari Indonesia juga?
Di awal musim tahun ajaran baru, biasanya akan ada banyak barang hibah dari mahasiswa yang lulus tahun sebelumnya. Pastikan ini dulu di kampus kamu jadi kamu tahu apa yang perlu dan tidak kamu bawa. Barang barang elektronik saya sarankan untuk membeli di UK saja, selain karena makan tempat, di UK toh ada juga. Dan untuk baju hangat, di UK harga lebih murah dan lebih sesuai dengan cuaca UK. Strategi saya sendiri, untuk baju musim dingin karena tidak akan saya pakai lagi di Indonesia, saya membeli baju musim dingin yang hangat dengan harga bersahabat. Yang biasanya menjadi langganan saya adalah Primark. Selain hemat bagasi, membeli baju di UK harganya murah jika dibandingkan dengan harga makanan. Karena itu, sebaiknya yang di bawa dari Indonesia justru makanan khas yang susah ditemui di UK semacam abon, rendang dan bumbu-bumbu lain. Namun harus perlu diperhatikan betul jika membawa olahan daging, pastikan dibungkus berlapis-lapis dan rapat agar tidak terendus oleh anjing pelacak, karena sebenanrnya membawa makanan olahan daging ke UK itu dilarang.


Hal lain yang saya bawa dari Indonesia karena tidak ada di UK adalah guling. Jika kamu tipikal orang yang tidak bisa tidur tanpa guling, maka guling hukumnya menjadi wajib. Obat-obatan khas Indonesia semacam minyak kayu putih dan tolak angin juga menjadi begitu berharga di UK.


Untuk visa bagaimana?

Saran saya untuk visa, kunjungi website imigrasi UK dan pelajari setiap dokumen yang dibutuhkan untuk visa pelajar atau visa Tier 4. Terjemahkan setiap dokumen yang dibutuhkan di penerjemah tersumpah yang ada di daftar website tersebut. Selain ijazah, dokumen lain seperti KK dan Akta kelahiran tidak perlu dilegalisir ke kantor catatan sipil. Namun untuk ijazah dan transkrip saya sarankan untuk dilegalisir oleh pihak sekolah atau universitas. Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah soal pemesanan tiket, saran saya pesan tiket setelah visa kita keluar. Karena di visa tersebut akan ditulis kapan kita diperbolehkan masuk ke UK. Jika kita memesan tiket di luar tanggal tersebut maka kita harus menggantinya.  Apakah perlu jasa agen? Berdasarkan pengalaman saya, mengurus visa sendiri mudah karena semua data pendaftaran bisa kita penuhi sendiri dan pendaftarannya pun bisa kita lakukan melalui website.



tempat belajar