Wednesday, 1 October 2014

Sebuah Nasihat Tentang Cinta

Konon, ketika kamu mencintai seseorang kamu akan menjadi pribadi yang berbeda. Kamu akan memandang dunia sebagai taman bunga. Kamu akan mendengar semua suara sebagai simfoni orkestra. Konon..

Katanya, kamu akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pada detik pertama mata kalian beradu, pada menit pertama senyum kalian yang alamiah sama-sama mengembang. Pada suara pertama yang kalian dengar dari saling sapa. Katanya..

Sudah berapa cerita yang kamu dengar semacam itu? Sudah berapa film yang kamu lihat yang memberikan mimpi seperti itu? Sudah berapa lama kamu hidup dalam mimpi-mimpi semu itu?

Nak, kuberitahu. Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang membebaskan dan kamu tahu tak pernah ada perjuangan pembebasan yang ringan. Cinta yang kamu bayangkan selama ini, jika pun itu benar-benar ada, semuanya akan kamu alami dalam satu detik pertama. Itu pun karena hormon yang bekerja tak lama. Selanjutnya apa yang bermain? Hati dan logika.

Cinta sesungguhnya adalah cinta yang membebaskan. Cinta yang membebaskan tidak akan pernah memaksamu menjadi orang lain dan menemukan seorang yang bisa menerimamu dengan utuh dalam sekejap hanyalah dongeng. Butuh waktu untuk mengerti dan butuh masa yang tak sebentar untuk menerima. Butuh perdebatan, argumentasi, saling tuduh dan saling serang hingga akhirnya kalian saling memahami. Apakah itu menyenangkan dan mudah? Nak, itu jalan terjal yang susah.

Seringkali dalam perjalanan, salah satu dari kalian atau kalian berdua merasa lelah. Merasa perjalanan ini tak mungkin dijalani karena betapa sulitnya menerima dan menyatukan isi kepala yang berbeda apalagi isi hati yang sudah tak saling berbicara. Kalian berujar, "Cinta kami sudah pudar, kami tak cocok". Kemudian kamu mencari orang lain, orang yang kamu harap membawa cinta baru.

Cinta adalah proses yang tak pernah mengenal kata selesai. Cinta adalah harapan yang tak pernah usai. Tapi cinta juga perdebatan dan pergumulan yang sering kali gagal dilerai. Cinta juga perselisihan yang kemudian menjadi awal dari bertikai. Cinta itu melelahkan.

Cinta akan memberitahumu kapan kamu harus beristirahat. Cinta tak akan segan mengingatkanmu kapan harus saling memberi nasihat. Cinta akan dengan senang hati memberikan perasaan yang hangat. Cinta akan memberi cahaya saat gelap terasa begitu pekat.

Semua film yang kamu tonton, semua cerita yang kamu baca secara maraton, tidak akan bisa menggambarkan cinta itu tanpa kamu mengalaminya. Dan percayalah, Nak, tak ada cinta yang sama di dunia ini.

Pun, apa yang kuceritakan ini, bisa jadi berbeda denganmu. Bisa jadi apa yang kamu sebut cinta kusebut merdeka. Bisa jadi apa yang kamu anggap cinta kuanggap sebagai mengerti dan menerima. Tak apa, Nak. Cinta punya banyak nama, kamu tak harus melabeli segala yang berurusan dengan rasa. Nikmati saja.

Pesanku, Nak, jangan pernah tertipu dengan segala cerita yang direka. Hidup, dan tentunya cinta tak pernah mudah. Tapi juga tak pernah sia-sia.

tempat belajar