Tuesday, 7 September 2010

dari Nada SMP untuk Nada Mahasiswi


Saat liburan kemarin, saya menemukan binder lama saya waktu masih SMP, lebih tepatnya waktu masih kelas satu SMP. Jadi kurang lebih itu adalah binder 6 tahun lalu. Yang membuat saya agak tercengang dan mau tak mau mereview ulang adalah saya pernah menuliskan semacam self-correction dengan bahasa yang saya sendiri agak kurang yakin itu ditulis oleh Nada yang masih SMP sebab ternyata hampir semua yang saya tuliskan dulu masih sangat relevan untuk Nada yang kini menjadi mahasiswa.

Dan dibawah ini ada beberapa point dari self correction yang aslinya berjumlah 60-an itu.


1.    Nada, jadilah pemimpin dirimu sendiri!
Seingat saya, dulu saya menulis ini waktu menjadi pimpinan regu putri pramuka. Karena saya sendiri susah mengatur diri, regu saya kacau. Haha. Dan seperti karma, saya sekarang menjadi ketua kelas D. Oh, My..
2.    Nada, jangan kemayu!
Saya ingat betul, kakak-kakak cowok saya bilang saya itu kemayu. Perasaan bukan kemayu deh, tapi pesona jadi temen-temen kakak naksir saya. Hahahaha *dilempar sandal* 
3.    Nada, jangan iri dengan keberhasilan orang lain!
Agak lupa mengapa saya dulu menulis ini, tapi sekarang nasihat ini terasa nyata sekali. Betapa saya terlalu sering mendongak dan justru lupa melihat ke dalam diri sendiri.
4.    Nada, jagalah sikapmu dan tunjukkan bahwa seorang Nada itu bertata krama!
Saya malu baca nasihat ini, karena saya ini pethakilan. Usil dan sangat tidak girly. Dari dulu tidak pernah berubah!
5.    Nada, jangan sok ke-GR-an!
Sepertinya ini ada hubungannya dengan nasihat nomor dua! Haha! Tapi kok masih sangat relevan ya? Jangan GR.. Jangan mudah membuka hati..
6.    Nada, belajarlah bersosialisasi di lingkungan baru!
Ini nasihat yang sangat menohok, karena sampai sekarang saya masih belum bisa menerima seratus persen bahwa saya ini mahasiswi ITS. Ada bagian lain dari diri saya yang menolak dan memberontak. Ternyata, enam tahun lalu, Nada SMP menyadari ini dan menuliskan nasihat yang berguna untuk Nada mahasiswi.
7.    Nada, apa yang kamu raih sekarang bukan hanya berkat usaha kerasmu tapi juga berkat orang di sekitar kamu, maka jangan tinggalkan mereka yang telah membantumu!


Untuk saya, ini nasihat yang sangat manis. Saya sampai hari ini masih sering lupa daratan dan saya ‘ditampar’ oleh Nada SMP hari ini, untuk sadar dan mengakui bahwa Nada menjadi mahasiswi bukan karena usaha sendiri.
8.    Nada, dalam kerinduan yang seharusnya kamu lakukan bukanlah termenung dan menunggu, namun buatlah kerinduanmu menjadi penantian indah dan bermakna!
Tampaknya ini saya tulis ketika sedang rindu berat, tapi saya lupa saya merindukan siapa! Haha! Manis juga nasihat ini..
9.    Nada, carilah dan jadilah teman yang sholehah!
Nasihat berat adalah menjadi teman yang sholehah. Bisakah saya dan sudahkah saya menjalankannya? Aih, Nada mahasiswa dibikin bertanya-tanya oleh Nada SMP.
10.    Nada, Ngajine ojo glah-gleh!
Ngaji disini bukan hanya membaca Alquran, tapi juga menelaahnya lewat kitab-kitab kuning, tradisi pesantren. Inilah yang masih glah-gleh, masih inkonsisten saya lakukan. Hiks, sedih kalau mengingat betapa saya sudah banyak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengaji dengan baik.
11.    Nada, ingat! Sifat jelekmu yang segunung nggak akan bisa ditutupi dengan sifat baik klise yang secuil. Kamu harus bisa mengontrol diri!
Benar sekali apa yang dikatakan Nada SMP! Sampai hari ini self-control saya masih kacau sekali!
12.    Nada, LiLlahi ta’ala! Kunci segalanya!
Jika saya tidak salah, Nasihat ini saya dapat dari Ibu lantas membekas. Bahwa apa saja yang kita lakukan bukan karena Tuhan tidak akan punya arti. Apa maknanya melakukan karena Tuhan? Melakukan segala sesuatu dengan tujuan bukan untuk diri sendiri. Lakukan segala sesuatu karena Tuhan dan biarkan Tuhan memberikan segala yang kita butuhkan.
13.    Nada, jangan pacaran!
Saya kurang paham mengapa ini bisa menjadi nasihat terakhir yang saya tuliskan. Haha!




Hari ini saya dibikin mengingat kembali seperti apa saya enam tahun lalu lantas membandingkannya dengan saya sekarang ini. Sungguh saya belum membuat perbedaan sikap dan kedewasaan yang berarti bahkan dalam beberapa hal saya masih dinasihati oleh Nada enam tahun lalu. Tuhan, saya malu…



[credit picture here]




tempat belajar