Wednesday, 16 December 2009

jembatan semanggi


saat itu gelap, senja belum lama berakhir. mendadak ada deru diiringi desingan peluru ke segala penjuru. entah mengenai siapa, entah dari mulut senapan siapa yang pasti ada beberapa yang bersarang di tubuh para mahasiswa. seolah mereka adalah musuh, seolah mereka lebih busuk dari para koruptor, setelah puas menembaki, para penembak itu memekikkan nyanyian kemenangan di antara mayat-mayat mahasiswa.

adegan itu membekas kuat di otakku. Aku merasa aku ikut hadir di jembatan Semanggi dan dapat merasakan kebengisan para penembak itu meski aku hanya menyaksikan dari sebuah sinema dokumenter. Ada ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang mengatasnamakan keamanan dan ketidakadilan itu hingga hari ini masih terus dipertahankan. sebuah ironi yang harus kita tanyakan bersama, ada apa? apa nurani sudah mati?

ditulis sebagai paragraf inspirasi sebuah cerpen. :)

tempat belajar