Showing posts with label nada. Show all posts
Showing posts with label nada. Show all posts

Monday, 6 January 2014

Nostalgia Maya

04:43 0 Comments
Timeline facebook saya sedang dipenuhi oleh status-status lawas yang digemparkan lagi. Semacam nostalgia maya, apa yang kita lakukan 4 atau 5 tahun silam. Apa yang kita tulis dan bagaimana menulisnya. Ada beberapa yang alay, ada beberapa yang memang tidak melewati fase alay ( setidaknya di facebook, entah di friendster). Melihat ini, saya yang lagi belajar untuk TA sekaligus belajar UAS Jaringan Multimedia (penting banget ini ditulis, biar kesannya ngga online tanpa guna doang :D ) membuka kembali facebook saya sekitar tahun 2009. Awal saya mulai rajin posting di facebook, menulis note, say hi dengan teman-teman dan juga soal asmara. Namanya juga remaja, kala itu sih. (sekarang masih remaja belasan tahun juga kok, tenang aja)

Nostalgia ini maya ternyata membangkitkan kenangan. Semacam kenangan yang mati suri, tidak saya matikan tapi mati sendiri karena waktu. Saya jadi ingat saya pernah jatuh cinta, saya pernah begitu bahagia dan termehek-mehek mewujudkannya dalam tulisan yang melodrama. Beberapa orang menyukai tulisan saya yang menye-menye itu, menyentuh hati kata mereka. Buat saya, kata-kata saat itu masih jauh dari menggambarkan apa yang sebenarnya saya rasakan. Kata-kata sering kehabisan bentuk dalam mewujudkan kembali perasaan. Atau memang pada dasarnya, kata kalah dengan rasa.

Nostalgia itu juga beranjak bagaimana saya patah hati dan suprisingly cepet sekali move on. Huahahahahahahaha (Sorry to say). Tapi ini memang proses move on yang cepat. Tapi bukan berarti saya melupakan kenangan. Buat saya, semua orang yang saya temui membentuk saya menjadi orang yang sekarang ini. Saya menjaga hubungan baik dengan orang-orang dari masa lalu (ada yang saya block karena memang totally annoying). Saya menjaga hubungan ini karena pada dasarnya saya percaya, masa lalu bukan musuh. Ia adalah teman yang arif dan bijak untuk berdiskusi tentang masa depan. 

Alhamdulilah saya bisa menyimpan kenangan dengan baik tanpa perlu menyimpan rasa yang melekat pada kenangan itu. Saya hanya tersenyum kecil mengingat kembali semua proses saya menjadi seperti ini. And for that, I am blessed. Thank you.

Terima kasih telah membantu saya berproses menjadi sekarang ini. Ada yang membantu saya jadi juara baca puisi, ada yang membantu saya belajar bahasa Arab, ada yang mengenalkan saya pada Soe Hok Gie dan sekarang ada yang menemani saya menjadi Google Student Ambassador dan menemani saya ngoding. Terimakasih.

Memori memang suka melambai-lambai kepada kita, seperti kawan lama yang mengajak berbincang. Sesekali ia perlu diakrabi karena kenangan adalah kawan yang bijak. Tapi jangan sampai terjebak. Jangan sampai hidup dalam masa lalu.

Itu pula yang sekarang terjadi. Saya undur diri dari kenangan dan kembali ke masa kini. Kembali duduk di Laboratorium Pemrogaman, mulai mengerjakan TA dan duduk bersama masa ini, saat ini. Yang sangat saya syukuri. Kamu. 



Friday, 13 December 2013

Taman

05:10 0 Comments
Keukenhof, sebuah tempat yang kamu janjikan. Sebuah tempat yang katamu selalu membuat kamu terlepas dari dimensi waktu. Tempat di mana kamu selalu merasa tak ada yang lain selain keindahan dan kedamaian. Sebuah tempat di mana bunga-bunga mekar begitu indahnya.

Kamu selalu ingin membawaku ke taman-taman indah di seluruh dunia, seperti Keukenhof itu. Karena itu tak lelahnya kamu bekerja, mengumpulkan uang yang kamu rasa tak pernah cukup untuk bisa membawaku melihat taman-taman indah itu. Kamu merasa cara mencintai terbaik adalah dengan menunjukkannya semaksimal yang kamu mampu, dengan membawaku ke taman yang kamu puja itu.

Hingga akhirnya kamu terbaring di sini, sekarang, kelelahan dan sakit. Menatapku dengan pandangan sesal dan air mata yang kamu tahan. Karena itu, dengarlah sayang, sekali ini saja.

Cinta bukan soal ke mana kamu bisa membawaku, tapi soal di mana saja kamu bisa bersamaku. Cinta bukan soal sebagus apa rumah yang kamu bangun untukku, tapi seberapa mampu kita menjadi rumah bagi satu sama lain. Cinta soal menerima satu sama lain apa adanya dan merasa bahagia.

Kamu tak perlu membawaku ke mana-mana sayang, keberadaanmu sudah lebih dari cukup untuk membuatku merasakan kembali perasaan indah yang sejak pertama kali bertemu gagal kita terjemahkan itu. Kamu, dengan caramu yang sederhana saja, membuatku selalu bersyukur kita bersama.

Cinta bukan bagaimana kamu membahagiakanku atau aku membahagiakanmu, cinta adalah kita sama-sama merasa bahagia, sayang. Cinta bukan kehilangan waktu untuk membahagiakan yang lain, cinta adalah merasa bahagia ketika menghabiskan waktu bersama.

Jadi sayang, tak perlu lagi kau kejar Keukenhof, taman sejuta bunga yang katamu akan membuatku bahagia. Cukup nikmati senja berdua denganku, di teras rumah kita. Menikmati bunga-bunga yang sedang bermekaran di taman kecil kita. Memang jumlahnya terbilang hitungan jari, namun bukankah waktu bersamalah yang tak bisa kita beli?

Berjanjilah sayang, selepas kau sembuh nanti, kau akan mencintaiku dengan sederhana. Karena aku pun, mencintaimu apa adanya dan itu sudah sangat membuatku bahagia. Berjanjilah sayang, kita akan menghabiskan waktu berdua, tak perlu ke mana-mana. Cukup di taman depan rumah kita sambil menikmati sajak yang pernah kamu bacakan untukku.



Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding perdamaian
halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
aku kumbang, kau kembang
Kecil, penuh surya taman kita

tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan pendek ini, saya bacakan saat Festival Seni Surabaya akhir November lalu. Terinspirasi dari puisi di atas. Taman - Chairil Anwar.

Thursday, 14 June 2012

Allah Mendengar

00:33 1 Comments

Waktu saya kecil, saya sering punya mimpi-mimpi aneh. Jadi jurnalis yang ditempatkan di medan perang atau jadi dokter yang dinas di pulau sabang. Lain hari saya bisa begitu sangat ingin menjadi aktris yang memerankan tokoh psikopat. Just a random thought.

Semakin saya besar, semakin saya sadar dunia itu BENAR-BENAR LEBAR. Semakin saya tahu bahwa banyak orang hebat, banyak orang pintar dan orang-orang itu memulai semua itu dengan belajar dan berkeyakinan teguh.

Saya termasuk orang yang memang kurang rapi dalam merencanakan hidup. Maksud saya, saya ngga punya target tertentu yang harus dicapai dalam usia sekian. Hal itu karena akhirnya saya sadar, diri saya sendiri lebih nyaman menjadi tipe yang menikmati. Termasuk soal urusan ke luar negeri.

Waktu saya masih SMP, kakak saya sudah berhasil melanglang buana ke Amerika. Semacam studi banding selama sebulan. Beberapa tahun setelah itu, kakak saya yang lain ke Taiwan untuk sebuah kegiatan Nahdlatul Ulama. Lalu saya masih sampai pada pertanyaan,”Kapan bisa naik pesawat?”.

Sampai akhirnya email mengejutkan itu datang. Siapa menyangka saya akan ke Singapura tanpa biaya sepeserpun? Saya tak pernah ada rencana akan membuat paspor tahun ini, tapi Allah rupanya sudah mengatur. Saya sempat berbisik pelan kepadaNya, saya ingin melihat luar Indonesia sebelum saya berumur 20 tahun. Dan Allah mewujudkannya sebagai hadiah ulang tahun ke 20 saya.

Bagi sebagian orang, ini memang bukan sesuatu yang besar. Tapi untuk saya, ini cukup untuk bersyukur.

Ya, bulan Juli nanti saya dan kawan-kawan dari Indonesia akan bertolak ke Singapura untuk mengikuti Google Student Ambassador Summit. Apakah saya menyangka ini? Tidak sama sekali. Namun, ini membuat saya yakin Allah selalu mendengar. Dan sayangnya kita yang sering luput berdoa, luput percaya bahwa semua mimpi bisa menjadi nyata.

Berdoalah dengan teguh, maka Allah bisa mengabulkan semua dengan utuh!

Thursday, 26 January 2012

Kesan Pertama begitu menggoda...

03:14 2 Comments

Semua ini bermula dari rasa ingin tahu saya, saya ingin tahu bagaimana kesan pertama tentang saya yang melekat di benak kawan-kawan dan kerabat saya. Karena rasanya aneh kalau tiba-tiba nodong tanya kesan pertama, saya akhirnya membagi kesan pertama saya dulu tentang mereka, tentang orang yang ingin saya ketahui bagaimana kesan pertamanya terhadap saya.

Diluar dugaan saya, hashtag #kesanPertama yang saya buat merembet luas dan menarik perhatian teman-teman saya dan mereka akhirnya ikut bermain juga, membagikan kesan pertama mereka ke teman-teman lain.

Menjadi menyenangkan ketika pada pertemuan pertama ada yang mengira saya pendiam sementara yang lain bilang saya heboh, ada yang bilang saya alim, ada yang bilang saya keras kepala. Sampai akhirnya ada satu follower saya yang menyimpulkan saya itu kompleks karena keberagaman kesan pertama terhadap saya.

Buat saya, mengetahui kesan pertama menjadi semacam flash back pertemuan pertama saya dengan orang tersebut. Menyenangkan mengingat kembali bagaimana teman-teman saya mengingat kini yang berbeda dengan kesan pertama yang mereka tangkap. Meskipun beberapa dari mereka menangkap kesan yang sampai sekarang masih ada. Hehe..

Dan ternyata yang lebih menyenangkan lagi ketika tahu ’permainan’ saya ini dinikmati oleh yang lain. Teman-teman TC *istilah untuk jurusan saya, teknik informatika—yang waktu pertama kali lahir bernama teknik computer—ITS* termasuk senior akhirnya ikut berbagi kesan pertama juga. Juga teman SMA saya yang akhirnya membagikan kesan pertamanya ke kawan-kawan kampusnya. Begitu juga dengan kawan blogger yang akhirnya menyebarkan virus kesan pertama itu juga.

Satu yang bisa saya simpulkan, satu pertemuan yang singkat seringkali tidak cukup untuk mengenal seseorang. Seni bersosialisasi adalah proses mengenal orang-orang dalam lingkungan kita hingga kita mengenal betul dan bisa terikat secara emosional. Kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari kesan pertamanya saja. Setiap pribadi itu memiliki keunikan masing-masing yang selalu menarik untuk dikulik. Itulah kenapa saya suka berteman dengan banyak orang.

Sebisa mungkin, saya menjadi diri saya sendiri sejak pertemuan pertama dengan siapa saja yang saya temui. Soal kesan pertama yang bisa berbeda seringkali itu karena situasi. Tapi, kalau sampai kesan pertama itu masih diingat, berarti kita cukup dengan dengan orang itu. Daaan, semakin banyak yang mengingat kesan pertama dengan kita artinya semakin banyak orang yang merasa memiliki kedekatan emosional dengan kita.

Nah, apa kesan pertama anda terhadap dauw-druppels? :D

Sunday, 11 September 2011

My Name is Nada and I'm not a boy

22:22 8 Comments
Suatu obrolan di kampus. Saya dan teman-teman sedang asyik berdiskusi hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu jam sembilan kurang. Saya berdehem,”ehem, jam malem cewek nih. Udahan yuk diskusinya, lanjut besok”. Seorang teman *yang sangat kejam* nyeletuk,”Lho, disini kan cowok semua”. Kemudian dia dan yang lain tertawa puas. Puas.

Belum lagi waktu kemarin saya mboncengin temen saya. Kebetulan temen saya itu, sebut saja si A, adalah cowok. *oke, dia cukup geje untuk minta diboncengin cewek* sampe kemudian ada teman saya menyalip dari belakang. Sebut saja dia si B, dengan pedenya dia bilang,”Lho, ternyata Nada. Aku kira cowok”.

Bukan hanya sekali dua kali saya diperlakukan tak senonoh semacam itu. Dianggap sebagai cowok. Hello! Saya cewek, berjilbab lagi. *geregetan*

Sampai akhirnya seorang temen cewek bilang dengan santainya kepada saya,”Lha kamu tomboi begitu, slengekan, gimana ngga kaya cowok”.

JLEB. Jadi ternyata sikap saya yang tidak kalem sama sekali ini membuat orang-orang menyangsikan feminitas saya apalagi di  institut teknik yang mayoritas mahasiswanya adalah cowok. Saya semakin tersudutkan.. *nangis di sudut kelas*

Saya kemudian *menghajar* memaklumi teman-teman saya, dan berusaha memperbaiki diri. Tampil lebih kalem, lebih girly. Yang saya ngga bisa maklum adalah orang-orang yang mengira saya cowok karena nama saya. Sekali lagi, Nama saya.

Jadi pernah ada orang yang karena suatu urusan berkomunikasi dengan saya via sms. Orang tersebut belum pernah bertemu saya sebelumnya. Setelah beberapa hari, orang tersebut menelpon saya.
Dia: halo, ini nada haroen?
Saya : ya, ini nada.
Dia : lho, saya mau bicara sama nada.
Saya : ya, saya ini nada.
Dia : ini nada apa CEWEKNYA nada sih?
Saya : YA INI NADA.
Dia : Oh, jadi nada itu CEWEK ya.. HAHAHA, saya kira cowok sih soalnya namanya pake HAROEN.

Kalau saat itu dia di hadapan saya, udah saya ceburin dia ke rawa ITS. *emosi*

Trus ada lagi, ada orang kirim saya email. Undangan penelitian. Saya jelas kaget karena bidang penelitian tersebut bukanlah bidang saya. Saya akhirnya kirim balik untuk konfirmasi. Email balasan dari orang tersebut minta maaf bahwa dia salah kirim email dan parahnya dia menyebut saya MAS HARUN, ya Mas HARUN!

Saya masih ngga habis pikir kenapa nama Nada bisa terdengar seperti cowok. Saya yang salah otau orang-orang itu mengalami disorientasi..

Well, tapi saya akhirnya memaafkan orang-orang semacam itu. Semoga Tuhan segera memasukkan orang-orang tersebut ke surgaNya, segera saja *doa jahat tapi baik*

Nah, hari ini, kebetulan saya pakai Rok coklat dan kemeja pink juga jilbab dengan warna yang sama, warna pink. Komentar teman saya: “Wah, Nada ya? Sejak kapan pakai pink?”
“Tumben dek hari ini feminim sekali.” *blushing* :">

Komen yang paling ngeselin,” kamu kok gayanya ngga bisa ditebak gitu nad, kemarin tomboy abis, Sekarang jadi necis”. :-|

sungguh tega wajah kalem begini disebut tomboy :D



Thursday, 23 June 2011

tentang kawan, tentang cinta

07:27 9 Comments

Ini adalah malam galau. Besok pagi saya ada UAS mata kuliah Organisasi Komputer dan saya belum paham apapun (baca: belum belajar sama sekali) saya malah tergoda ini-itu, mulai dari tergoda jajan, main sama sepupu kecil saya sampe nemenin tante saya belanja ke minimarket deket rumah.

Ujung-ujungnya saya online, conference YM sama temen-temen SMA saya dan blog walking. Saya ngga sengaja nemu tumblr temen sejurusan dan baca. Dan terhanyut. Bukan karena apa-apa, tapi karena temen saya itu menulis seperti bercerita dan saya jadi sadar saya udah lama banget ngga nulis seperti itu.

Postingan-postingan saya sekarang lebih ke pikiran-pikiran saya, bukan ke perasaan saya, dengan gaya bercerita baku dan sok-sok jurnalis.

Saya ternyata rindu menulis dengan lepas, menulis dengan hati yang bebas. Menulis seperti bercerita. Dan malem ini saya ingin bercerita banyak hal, sebodo amat deh besok UAS ( oke, ini jangan ditiru)

Setahun saya di Surabaya ini, saya nemu banyak temen yang asyik dan seru banget. Mulai dari temen sekelas yang paham kegokilan saya, temen-teman yang punya minat di organisasi, temen-temen jago ngoding dan masih banyak lagi. Saya sayang semua temen saya itu, bener-bener sayang. Mereka lah yang bikin Surabaya ngga sepanas yang sebenarnya, mereka yang bikin TC ngga seruwet aslinya.

Dan detik-detik menjelang pengumuman SNMPTN ini bikin saya galau. Di satu sisi-sisi saya pengen banget universitas inceran saya itu tapi di sisi lain, saya udah sayang banget sama temen-teman saya ini, ternyata saya udah mulai sayang sama jurusan saya.

Meskipun tiap kali ditanya temen, saya jawab dengan mantap akan pindah kalau diterima, dalam hati saya ragu juga. Benarkah teman-teman saya nantinya akan sehebat teman-teman TC saya? Benarkah mereka nanti adalah teman-teman yang dengan senang hati bantuin temannya? Benarkah mereka nanti adalah teman-teman yang mendukung saya?

Saya ngga tahu dan saya galau.

Saya ngga yakin seratus persen saya bakal diterima. Tapi saya pengen diterima. Usaha saya untuk meyakinkan keluarga untuk pindah udah pol-polan dan kini ketika keluarga saya berkata ya, justru teman-teman saya yang bikin saya galau.

Saya nggak akan lupa pengkaderan kita, makan siang rame-rame di plaza lama lantai dua, bikin bendera himpunan, arak-arakan pas SW, parodi IIE di Tunjungan Plaza, juga hutan-hutan pinus saksi SYS kita. Saya nggak akan lupa kalian semua teman.
saya sayang kalian semua, TC 2010 :')

Yeah, I do, I do, I do love you..

Ngomongin soal love, aiih.. should I tell you, readers? Saya jadi malu.. :">

Yang jelas, setahun setelah dia pergi, saya masih yaman sendiri. Setahun setelah saya resmi mandiri, saya masih asyik dengan sepi. ini rekor single terlama saya, dan ternyata asyik juga. saya ndak perlu capek-capek mikiran orang karena ternyata untuk mikirin diri sendiri dan keluarga dan sahabat aja waktu masih kurang. haha :))

tapi emang sih ada seseorang sempat memberikan saya senyum dan kebaikan hati  dan saya sempat merasa 'nyaman', tapi saya buru-buru sadar laki-laki itu memang baik, tapi tak Cuma kepada saya. Alih-alih capek kegeeran, lebih baik saya rajin berteman bukan?

Nah, laki-laki yang mencuri hati, saya nggak akan mencuri hati kamu, karena saya tahu, saya nggak mampu. Saya cukup bahagia jadi temanmu, karena untuk berharap lebih, saya rasa belum waktunya, bukan tingkatan saya untuk merasai cinta.

Saya nikmati saja senyum kamu dari kejauhan, saya nikmati saja..

Friday, 18 March 2011

Thursday, 7 October 2010

Karena kutahu engkau begitu, Yogyakarta..

03:32 5 Comments

Entah kapan saya pertama kali mendengar lagu ini, yang saya ingat saya jadi mulai tertarik dengan lagu ini ketika dalam acara Wahana Kreasi Siswa di SMA saya (semacam pensi) ada satu band yang menampilkan lagu ini, saya ingat siapa vokalisnya, Ito. Karena memang saya suka jenis vocal macam punya Ito dan karena lagu ini memang ciamik punya, saya jatuh cinta dengan lagu ini.

Lantas ketika sekitar sebulan yang lalu saya ke Jogja, sobat saya, partner in crime saya, Chaty, berbaik hati meng-copy-kan lagu ini untuk saya. Jadilah, sejak hari itu, lagu ini tidak pernah enyah dari playlist saya. Suara Andre Hehanusa yang seempuk bantal, instrument musik akustik—ya, saya jatuh cinta dengan musik akustik—juga lirik lagu yang sangat romantis membuat saya tidak bosan mendengar lagu ini, dan inilah liriknya:

Sunday, 26 September 2010

Untuk Ibu'

10:00 2 Comments
Untuk Ibu', dari anak gadisnya yang akan menuju kota.

Ibu', saya akan baik-baik saja. saya akan berusaha sholat di awal waktu seperti Ibu, berusaha membaca Al-qur'an setiap ada kesempatan, berusaha makan tepat waktu, berusaha kuliah dengan serius, berusaha mencintai informatika, berusaha mengakrabi surabaya, berusaha menjaga diri sendiri dan amanah ibu sebaik mungkin, berusaha tidak ngebut kalau naik motor, berusaha agar tomboy saya tidak kumat, berusaha agar lebih efisien menggunakan waktu, berusaha menerapkan nilai-nilai kehidupan yang sering kali ibu ajarkan.

Ibu', saya sedang tumbuh menjadi gadis dewasa. di kota, saya akan menghadapi banyak macam manusia, di kota saya akan menghadapi banyak persoalan yang harus saya pecahkan sendiri. di kota, saya diuji, apakah yang telah ibu ajarkan selama ini saya serap dengan sungguh-sungguh, apakah meskipun Ibu' tidak melihat saya, setiap nasihat Ibu' tetap saya ugemi.

Wednesday, 11 August 2010

SOAL TUANMUDA

01:20 3 Comments
Sejak sebulan yang lalu, saya secara berkala menulis sebuah series di facebook. total, sampai saya posting tulisan ini, ada 14 seri. Tuanmuda the series, begitulah saya menamakannya. series pembuka sebenarnya pernah saya posting di blog ini.
Sebenarnya, saya tidak pernah merencanakan akan menulis series ini, tapi ketika ternyata saya melihat ada jalan panjang yang bias saya lalui dan saya bagi dari cerita ini, mulailah saya menulisnya.

Pertanyaannya, kenapa di facebook?

Sebab, saya ingin teman-teman saya yang betul-betul mengenal saya lah yang bisa membacanya dan memberikan saran dan kritik yang pas untuk saya karena mereka betul-betul mengenal saya. Sedangkan blog? Saya tidak menganggap series saya itu bagus, tapi setidaknya layak baca. Saya tahu begitu mudahnya plagiarisme di ranah blog, dan itu yang ingin saya hindari. Bukan bentuk kesombongan, saya hanya ingin melangkah hati-hati. Sebab, jujur saja saya punya rencana besar untuk series saya itu. Apakah rencana itu? Masih rahasia. Hehe..

Bagaimana sambutan teman-teman?

Untuk ukuran saya, penulis amatiran, sambutan teman-teman WOW sekali. Mereka mensupport saya untuk terus menulis dan menikmati series yang saya tulis. Beberapa bahkan memberi semangat luar biasa, seperti,


komen soal the series


Semangat saya benar-benar terpacu, saat itu saya berjanji, saya harus menghasilkan sesuatu yang nyata. Untuk orang-orang yang telah mendukung saya dengan tulus ini.

Oke, sekarang cerita soal series itu ya. Jadi, sebenarnya tuanmuda the series adalah roman tuanmudan dan pasangannya, nonamuda. Saya memposting potongan-potongan cerita yang terjalin dalam sebuah alur. Sedangkan cerita lengkapnya, masih rahasia dong. Di note itu, saya hanya menceritakan soal hubungan mereka tetapi sesungguhnya cerita lengkapnya tidak hanya berkisah soal itu saja. Terus soal apa? Sekali lagi, masih rahasia.
Bukannya saya pelit info dan sok penting, saya hanya tidak ingin terlalu mengumbar terlalu banyak sesuatu yang belum pasti. Hehe..

Satu yang bikin saya agak heran, teman-teman saya mengira bahwa series itu BUKAN FIKSI. Mereka menganggap sayalah nonamuda. Hmm..

Baiklah, kali ini saya akan klarifikasi.
Beberapa plot utama, memang saya ambil dari kisah nyata. Kisah nyata siapa? Rahasia doong (lagi-lagi rahasia). :-D
Tokoh nonamuda dan tuanmuda memang mengacu pada TOKOH NYATA. Siapa keduanya? Hanya saya, sang Tuanmuda dan Tuhan yang tahu.

Saya kasih sedikit bocoran soal Tuanmuda, dia Pria muda, usia antara 20-25, kuliah di sebuah PTN nomor wahid di Indonesia, berprestasi dan saya kenal baik dengannya. Orangnya, ya kurang lebih seperti dalam series itu. :-D

Secara fisik, dia tinggi, saya nggak mau bilang Tuanmuda cakep nanti Tuanmuda GR, kalo dia sih bilang, banyak yang naksir dia, nah bisa teman-teman simpulkan, kira-kira seperti apa Tuanmuda. :-D

Nonamuda, seorang Gadis muda, usia dibawah 20, tinggi sedang, wajah standart dan sifat lainnya seperti yang ada di series itu.

Cukup kan, klarifikasinya? Semoga Puas.  hehehe..

Once more, thanks for reading my series. It means a lot. 

So, this posting is dedicated for my friends who has read my series and support me, your supports is meaningful.

Thursday, 29 July 2010

nada = nothing

21:18 9 Comments
Iseng-iseng pagi ini saya buka wikipedia hanya untuk search nama saya, Nada. Dan apa yang saya temukan?

Nada may refer to:
• A Portuguese word meaning "nothing", used in English with the same meaning since at least 1867.[1] It comes from the Latin word "nata" (small, insignificant thing; literally (thing) born).[2]
• An Arabic word for "dew", and is used as a female given name in that language.
• A South-Slav word meaning "hope", and is also used as a female given name in South Slavenian languages
• Nāda in ancient Indian metaphysics is the spiritual sound that fills the entire cosmos
• The Persian meaning of this name (Nadah) is "the sound of God"

Lumayan bagus juga artinya, kecuali dalam bahasa Portugis. Ya Allah, masa nothing gitu sih, kalo none sih iya. Haha.

Tapi saya jadi mikir, emang apa sih yang udah saya berikan untuk dunia ini? Eum, terlalu muluk, apa yang udah saya berikan untuk negara saya? Masih muluk juga, apa yang saya berikan untuk lingkungan dan keluarga saya? NOTHING.

Saya belum memberikan sesuatu yang berarti. Hidup saya masih flat. Belum bermanfaat. Hiks, berasa pengen nangis. Tapi saya justru harus optimis! Semua berasal dari ketiadaan sebelum menjadi ada. Dan ketiadaan akan terus menjadi tiada selama saya tidak berbuat apa-apa.

Saya rasa, saya mulai harus berpikir sekarang tiap melakukan sesuatu, apakah itu punya arti minimal untuk saya dan Tuhan? Syukur-syukur orang lain dan lingkungan?

Saya harus bisa membuktikan, bahwa saya memang patut diharapkan, seperti arti hope dari bahasa slovenia itu. Saya juga harus bisa menyuarakan keadilan, sebab, kata orang persia, Nada adalah suara Tuhan.

Teman, apa arti namamu? Sudah mencari tahu?

Sunday, 16 May 2010

Ujian, Ikhlas dan ITS

07:29 10 Comments
Beberapa bulan terakhir ini merupakan bulan yang lumayan ‘berat’ bagi saya. Ujian Nasional dan sibuk cari tempat kuliah cukup menyita pikiran dan waktu saya. Sampai-sampai blog saya yang aduhai ini kurang terurus. Hehe :-D

Tapi sekarang masa itu udah terlewati. Alhamdulilah saya sudah lulus Ujian Nasioanal dengan nilai yang ngga jelek-jelek amat. Rata-rata di atas 8.5 udah luar biasa deh buat saya yang ngga pernah ikut bimbingan belajar ini.

Sebenarnya, awal-awal kelas 3 saya agak sangsi dengan ke-tidak-ikut-serta-an saya dalam bimbel manapun sementara teman-teman saya berbondong-bondong ke bimbel. Temen saya yang paling pinter di kelas pun juga ikutan bimbel. Tapi saya? Tidak. Jadi agak minder begitulah. Tapi karena emang saat itu saya ngga punya duit dan Ibuk saya khawatir madrasah saya terbengkalai, saya ngga ikut bimbel. Seumur hidup emang saya belum pernah ikut bimbel jadi pada awalnya pengen banget gitu, tapi setelah dihadapkan pada kenyataan ngga punya duit. Okelah. Saya menerima. Belajar sendiri aja.

Trus, pas mau masuk perguruan tinggi. Ibuk saya ngga memperbolehkan saya ‘melakukan perjalanan ke barat’ alias ngga boleh ke UI atau ITB. Pilihannya cuma dua Jogja atau Surabaya. Jogja karena mas saya kuliah di UGM, Surabaya karena ada paman saya di Surabaya. Jadilah saya Cuma daftar UGM pada awalnya.

Semula saya berharap banget bisa masuk UGM. Saya coba lewat jalur PMDK, tapi gagal. Saat itu, saya kurang bisa menata hati jadinya ya, agak remuk begitulah. Tapi saya tetep berusaha bangkit dan daftar UGM lagi lewat jalur Ujian Masuk.

Sementara saya nunggu pengumuman UGM, ‘seseorang’ menasehati saya buat daftar UII juga. Buat jaga-jagalah kalo UGM ngga diterima lagi. Saya manut. Saya daftar dan alhamdulilah saya diterima di UII. Tapi UGM menolak saya. Lagi. Jujur saya nangis saat itu. Mas saya bisa diterima di UGM kok saya nggak. Tapi lambat laun , saya sadar, emang belum jalan saya kok ya.

Akhirnya saya daftar ITS, PMDK lagi. Saat itu saya udah berusaha ‘noto ati’. Siap dengan kemungkinan terburuk, di tolak lagi dan kuliah di UII yang mahal banget itu. Tapi noto ati ternyata ngga semudah itu. Saya masih sering sulit menerima kenyataan semisal saya ditolak.

karena semua membutuhkan proses, lambat laun, saya menerima. Doa saya ngga lagi,” Ya Allah, semoga saya masuk UGM, semoga saya masuk ITS” tapi menjadi ,” Ya Allah, saya mohon tempatkan saya di universitas yang terbaik bagi saya menurutMu”. And it works on me. Saya jadi lebih siap kalo saya harus di terima di UII. Toh itu emang yang terbaik.

Dan benar, ketika kita sudah ikhlas dan siap menerima apapun takdirNya, Allah memberikan surprise untuk kita. Alhamdulilah saya diterima di ITS. Saya pikir selama ini kenapa saya ditolak UGM adalah karena saya belum bisa ikhlas. Ikhlas memang berat. Tapi percayalah, ada surprise dari Allah ketika kita sudah ikhlas.

Saya ngga mau bilang saya udah ikhlas, Cuma saya sebelum pengumuman uda siap dengan kata “tidak”. Dan itu justru membawa saya kepada kata Ya.

Alhamdulilah. saya sekarang udah resmi jadi calon mahasiswi ITS.

Tuesday, 2 March 2010

Lagu yang Bikin Saya Kesengsem

23:54 6 Comments
Saat sedang belajar untuk pra UN matematika besok, Lek Oying, Om saya memutar lagu ini yang terdengar sampai kamar saya. Langsung saya cari liriknya dan saya jatuh cinta dengan lagu ini. Kebetulan yang saya dengar bukan versi Drew Barrymore dengan Hugh Grant, tapi Sabrina. Suaranya empuk sekali. Bikin saya tambah kesengsem dengan lagu ini. Here’s the lyric :

Way Back Into Love
Songwriters: Schlesinger, Adam

I've been living with a shadow overhead
I've been sleeping with a cloud above my bed
I've been lonely for so long
Trapped in the past, I just can't seem to move on

I've been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need em again someday
I've been setting aside time
To clear a little space in the corners of my mind

All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
Oh oh oh

I've been watching but the stars refuse to shine
I've been searching but I just don't see the signs
I know that it's out there
There's got to be something for my soul somewhere

I've been looking for someone to shed some light
Not somebody just to get me through the night

I could use some direction
And I'm open to your suggestions

All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
And if I open my heart again
I guess I'm hoping you'll be there for me in the end
oh, oh, oh, oh, oh

There are moments when I don't know if it's real
Or if anybody feels the way I feel
I need inspiration
Not just another negotiation

All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
And if I open my heart to you
I'm hoping you'll show me what to do
And if you help me to start again
You know that I'll be there for you in the end
oh, oh, oh, oh, oh


lagu ini, saya banget. Saya adalah tipe orang yang mudah kesengsem dengan lagu romantis macam ini. Hehehe,
And if I open my heart again
I guess I'm hoping you'll be there for me in the end
oh, oh, oh, oh, oh


aduuuuh, tu kan saya cengar-cengir sendiri denger lagu ini.

selain lagu ini, lagu yang bikin saya cengar-cengir juga lagunya jason marz, Mr. Curiosity. very recommended song, deh!

oke, oke, balik ke kehidupan nyata. mari belajar matematika kembali. :D

Saturday, 14 November 2009

wajah baru

17:27 5 Comments
Yeyeyeyeyeye…
Saya seneng banget nih sekarang tampilan blog saya udah lebih enak dimata dan berasa lebih eksklusif aja. *halah*

Soalnya, template blog ini dibikinin sama temen kakak saya yang baik hati sekali. Namanya mas Fauzan. Jadi ceritanya saya ditawarin gitu deh, “Mau nggak blogmu dibikin jadi bagus?”

Tentu langsung saya jawab mau dong!! Dan hasilnya, taraaa..
Seperti inilah, lebih apa ya? Lebih bagus lah pokoknya. :-)

Kenapa saya bilang eksklusif?



coba scrool sampe pojok bawah atau Lihat deh gambar di atas, disitu kan ada tulisan theme by harunasoul. Tadinya kan kalo pake template download hasilnya pasti theme by source_template¬nya_apa_gitu. Nah, karena sekarang by saya sendiri, harunasoul :) jadi saya ngerasa eksklusif getoo.. :-D
Hahahahaha *tawa penuh kepuasaan*

Kalau buku tamu itu, sebenarnya chatbox. tapi dibikin baru muncul kalo pointer mouse diarahin kesitu. buat saya yang nggak ngerti soal html dan design, that's cool man!!!

kalo yang udah ahli, mungkin nggak seberapa ya. tapi buat saya yang buta dunia begini, sekali lagi, THAT'S COOL!

Selain itu, sekarang saya mulai mikirin konsep blog ini. Udah nggak saatnya, blog ini Cuma jadi tempat sampah saya dalam berkeluh kesah doong. Saya pengen gitu ngasih tema blog ini, tapi *doeeng* bodohnya saya, saya nggak tahu tema apa yang mau saya pakai.
That’s way, blog ini saya ganti jadi Pelataran Nada. Sekadar kata kok kayaknya uda nggak pas lagi ya..
Oke, back to theme..
Kalau soal resep masakan, saya nggak bisa masak. Kalau soal fashion, model baju saya aja jadul semua :-D, kalau soal pendidikan, ilmu pengetahuan, :-S saya yang dudul ini jelas nggak tahu apa-apa.

Jadi sekarang masih searching tema gitu.. ada yang mau kasih saran???

Saturday, 29 August 2009

blog yang kosong

02:09 0 Comments
Akhir-akhir ini, dua blog saya, satu di blogspot dan akun multiply ini agak jarang saya urusi. Maaf untuk yang membuka dan kecewa karena isinya belum juga berubah. Sebenarnya, ini gara-gara facebook. Haduuh.. mlah nyalahin yang lain ya..
Jadi begini, saya merasa kalu saya memposting tulisan di facebook ,akan lebih banyak di baca orang daripada saya post di blog. Buktinya jelas, cerpen-cerpen saya langsung disambut dengan antusias. Berbeda sekali dengan blog dan multiply. Sepi..
Salah saya juga sih, kurang pandai mencari relasi di dunia maya. Tapi semoga, dengan ke-intens-an yang bertambah, begitu juga teman saya bertambah di dunia maya ini.
Soal facebook, saya merasa sangat banyak manfaatnya untuk saya. Bagaimana tidak, lewat facebook, tulisan-tulisan saya akhirnya dapat dibaca oleh sastrawan-sastrawan tanah air. Gimana nggak ‘bangga’ tuh..
Awal mula dari kisah ini begini. Saya memiliki sosok seorang idola, Gus Mus. Sosok kiai yang sangat mengayomi dan menjadi panutan. Oleh beliau, saya disarankan untuk membagi tulisan-tulisan saya di facebook agar bisa dinilai oleh orang lain dan tahu, sejauh mana kualitas tulisan saya.

Saya manut, akhirnya, cerpen saya yang berjudul ‘SURAT’ saya posting. Tak ketinggalan, Gus Mus ( akun facebooknya SIMBAH KAKUNG) juga saya tag. Sambutan yang saya terima lumayan, komentar-komentar atas cerpen saya itu membuat saya tambah semangat saja. Tapi, saya tunggu-tunggu komentar dari Gus Mus kok nggak ada.
Paginya saya terkejut ketika melihat notifikasi. Ternyata Gus Mus me-repost tulisan saya itu dan men-tag sastrawan-sastrawan seperti Sitok Srengenge dan Timur Sinar Suprabana. Air mata saya mengalir. Antara bahagia dan haru. Saya tidak menyangka Gus Mus sepeduli itu terhadap saya. Saya menjadi semakin mengidolakan beliau. Terima kasih, Simbah Kakung..

Friday, 10 July 2009

LIBURAN!!!!

22:33 0 Comments

mengejar ombak di parangtritis

Liburan kali ini bener-bener liburan buat saya. Otak saya seger kembali. Sampai berhari-hari nggak sempat ngurus blog dan menuliskan pengalaman serru selama liburan ini. Soalnya mulai dari acara ZEBRA kemarin, acara yang lain udah banyak nyusul.

Mulai dari acara akad nikah sepupu saya di Magelang, dek Wafi, tanggal 30 Juni. Jangan kaget, walaupun saya panggil dek, tapi usianya jauuuuh di atas saya. Saya panggil dia dek, soalnya dia putri dari bulik saya, adik Abah. Acara nikahan dek Wafi sederhana saja, tapi auranya.. masyaallah air mata saya sampai ndleweran. Agak heran juga saya ini, mata saya ini kok gampang sekali bocor. Hehehe.. di acara itu, otomatis saudara-saudara pada kumpul dong. Seru deh! Saya sempet nginep juga di tempat bulik, kumpul sama sepupu samapai lupa waktu. Malamnya, sekitar jam 10an gitu, kami nonton film di komputer, Perempuan Berkalung Sorban.

Buat siapapun yang pernah nonton film ini, saya cuma pengen ngasih tahu. NGGAK SEMUA PESANTREN KAYAK GITU. Memang ada, tapi nggak semua. Dinamika kehidupan pesantren memang nggak gampang dipahami oleh orang yang nggak ada di Pesantren. Gregeten sendiri saya, lihat buku-buku dibakar di film itu, kok kesannya pesantren salaf itu kolot banget. Apalagi waktu roman Bumi Manusia dibakar, tercabik-cabik hati saya. Saya langganan baca buku Pramudya dan semua baik-baik saja. Keluarga saya nggak pernah protes. Nggak otoriter. Demokratis sekali dan sesungguhnya pesantren salaf yang demokratis itu banyak sekali.

Okelah untuk urusan cinta di film itu, mengharukan dan cukup membuat mata saya kering. Akan tetapi untuk urusan pesantrennya, ndilalah Hanung bukan orang pesantren jadi dia menggambarkan seperti itu. Ya, ndilalah.

Oke, lanjut ke liburan saya berikutnya.
Tanggal 5 Juli saya berangkat ke Surabaya. Nikahan dek Wafi lagi, tapi di tempat mempelai pria, namanya Zakaria Mukhtar. Selamat menempuh hidup baru ya.. semoga damai selalu, halah..

Walaupun di Surabaya, saya nggak jalan-jalan kemana-mana. Tapi ngglundung. Soalnya naik mobil, kan ban mobil ngglundung, bukan jalan. Hehehe.. di Surabaya, saya nggak lama, lanjut ke Jember. Ke tempat Mertua Paklik saya, Lik Labib. Adik ipar Paklik saya itu nikah juga, tapi sebenarnya tanggal 12 Juli. Karena keluarga Magelang tidak bisa kondangan hari itu, maka kondangan pun digasiki. Sekalian mumpung sudah sampai Surabaya.

Perjalanan Surabaya-Jember ternyata sama jauhnya dengan Magelang- Surabaya. Kemeng juga pantat saya di jejalkan terus di jok. Tapi tak apalah, kolo-kolo. Ada pengalaman menarik sewaktu saya mampir di salah satu POM bensin di daerah pasuruan ( kalau nggak salah ).

Ada seorang nenek tua yang mengumpulkan sampah plastik. Ketika ada kulit pohon kering ( blarak tipis ) nenek itu mengambilnya, kemudain duduk di pojokan. Saya menghampiri beliau. Sekedar menanyakan dimana rumahnya, bagaimana keluarganya. Suami nenek itu sudah meninggal, beliau sekarang tinggal dengan anak dan cucunya. Nenek itu bercerita, dia sekarang sudah tak mampu bekerja. Orang-orang sudah enggan menggunakan tenaganya. Jadi yang bisa beliau lakukan adalah mengumpulkan sampah plastik kemudian menjual kembali kepada pengepul. Kalau sedang mendapat sedikit, beliau mencari kayu untuk bahan bakar. Minyak tanah dan gas mahal, begitu ujar beliau. Blarak yang tadi belaiu ambil pun, juga untuk bahan bakar memasak besok.

Mendadak mata saya memerah. Orang setua ini, masih semangat dalam menjalani hidupnya. Dalam wajah beliau yang teduh itu, saya tak melihat ada wajah mengeluh. Keriput-keriput di wajahnya justru menggambarkna rasa syukur. Saya kemudian teringat kepada pengemis-pengemis yang sering ada di jalan atau di pasar. Mereka sesungguhnya mampu bekerja, tapi mereka enggan. Saya kadang gemas dengan tingkah mereka. Hidup dari belas kasihan orang lain buat saya hidup yang tak ada artinya. Berbeda dengan nenek yang saya temui, beliau masih begitu gigih.

Saya kemudian beranjak ke mobil. Saya ingat, sebelum pelang dari Surabaya, kami memiliki roti cukup banyak yang belum dimakan. Saya ambil salah satu tas, kemudian roti-roti itu saya masukkan. Kira-kira empat atau lima. Roti-roti itu cukup besar dan cukup membuat kenyang. Saya hautrkan tas itu kepada nenek itu. Wajah beliau berkaca-kaca saat saya berkata bahwa roti-roti ini untuk cucu nenek. Gantian mata saya yang berkaca-kaca saat beliau mengatakan bahwa Allah lah yang akan membalasnya. Kemudian, kardus-kardus makan kami yang masih penuh namun belum termakan, saya haturkan juga. Berkali-kali beliau mengucapkan terima kasih. Berkali-kali saya merasa haru. Merasa begitu bahagia saat melihat sajah nenek itu bahagia memakan makanan yang saya berikan.

Sayang, saya belum sempat bertanya nama beliau.

Terima kasih nek, telah mengajariku hidup itu harus dihadapi dan Tuhan yang akan mengaturnya. Terimakasih untuk wajah berbinar-binar yang membahagiakan. Terimakasih.

That ‘s the story. Back to my trip.

Sepulang dari Jember, kami ke Surabaya lagi. Mampir ke tempat Lik Ma’ruf sebab kemarin belum sempat singgah. Seblum samapai disana, kami sempatkan diri dulu, mampir ke Lumpur Lapindo. MasyaAllah, SubhanaLlah.

Ternyata lumpur sidoarjo ( LUSI) itu Luaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas sekali. Sangking uasnya, kalau hendak mengitari seluruh tanggul perlu waktu tak kurang dari setengah hari. Saya melihat bagaimana sumber lumpur itu tertutup kabut panas, sebab sangking panasnya. Baunya, masyaAllah, menusuk hidung. Yang saya dengar, Lusi menggenangi 3 kecamatan dan 16 desa. subhanaLlah..

Ketika saya amati, ternyata permukaan lumpur itu tidak rata, tapi agak menyembul di tengah. Di bagian tepi, yang ada hanya air berwarna abu-abu, sedangkan lumpur menggenang di tengah. Tanggul terus di pertinggi, sebab lumpur terus menyembur tak mau di ajak berkompromi. Alam protes terus disiksa. Saya hanya bisa mengelus dada.

Okay, back to the trip. Hari kamis kemarin, tanggal 9 Juli ada Scientific Tour (ST) yang diadakan anak-anak KIR. Saya jelas ikutan dong. Walaupun acara agak molor, karena nunggu Miu datang, tapi lancar kok. Tujuan pertama, candi gedong songo di Bandungan. Karena tempatnay di perbukitan ( atau pergunungan ya? ) bis kami tidak bisa naik. Padahal jarak masih 6 km. Akhirnya kami menyewa angkot. Bayar ekstra tapi nggak apa-apa lah. Sampai disana, mulut kami tak berhenti berdecak kagum. Lanskap di bawah, pemandangan kota Semarang, betul-betul memukau. Apalagi di kelilingi gunung yang menjulang tinggi, AlhamduliLlah, subahanaLlah, indah sekali! Untuk melihat candi-candi yang ada, kami harus sedikit, eh banyak ding, mendaki. Jarak antar candi lumayan jauh. Sayang, ada beberapa candi yang sudah rusak. Ndilalah, Indonesia, kok ya..

Setelah foto-foto narsis disana-sini. Kami turun, karena harus melanjutkan perjalan ke MAJT, masjid Agung Jawa Tengah. Tolong jangan tanya rute, sebab saya merem sepanjang jalan. Bangun-bangun sudah sampai parkiran masjid. Hehehe.
Kesan pertama masjid ini, BESAR, RAPI, INDAH, EKSOTIS, ATRAKTIF, IMAJINATIF ( 3 yang terkhir saya ngawur ^^) . waktu saya masuk, yang muncul di benak saya, ni masjid kok kayak mal ya. Jan betah disini. Coba semua masjid kayak gini, masjid-masijd nggak kalah rame dengan mall ya. Arsitektur masjid ini benar-enar memukau. Luuuuuuas banget! Baguuuuuuus banget! Di dalam masjid ada liftnya juga lho, tapi rusak. Ndilalah, Indonesia kok ya..

Setelah sholat, kami menuju menara masjid setinggi 19 lantai. Jujur, sebagai cah ndeso, saya baru kali itu berada di bangunan yang tingginya 19 lantai. Untuk diperbolehkan naik lift ( tiket sih sebenarnya) kami harus bayar 5000. Lumayan dapet ’bonus’ marimas 2 sachet. Liftnya tergolong cepet lho, 1,2,3 ujug-ujug 18 trus 19. nggak sampai satu menit deh kayaknya, udah tiba di puncak. Waaaa.. jadi inget tadi di gedong songo. Nonton city view yang keren. Ada teleskop juga disana. Tapi teleskopnya kayak telepon umum. Soalnya kalau mau make harus pake koin 500an. Banyak cah ndeso yang belum pernah pegang teleskop pada antri, termasuk saya. Menurut saya, jebule biasa saja. Lebih bagus melihat dengan mata telanjang.

Puas berkeliaran di MAJT, ST berlanjut di Simpang Lima. Kami jalan-jalan di mal ciputra. Cuma di beri waktu 2 jam. Saya dan Miu, sempat foto-foto gila di photobox, hasiknya biasa saja. Lha wong Cuma 10000. setelah itu, saya ajak Miu nonton. Miu nolak, takut telat. Saya yakinkan, enggak! Kita tanya dulu, durasi filmnya berapa. Masih jam setengah 4. masih ada waktu 90 menit. Kebetulan, ada film yang mau diputar, GARUDA DI DADAKU. Waktunya 90 menit. Siip! Cocok! Berkali-kali Miu merengek, kalo telat gimana, saya bilang, nggak telat! Waktunya pas! Akhirnya kami nonton juga. Nanti deh saya kasih review film ini. Pokoknya ini salah satu tontonn wajib keluarga Indonesia! Film yang mendidik bukan seperti SINETRON atau INFOTAINMENT.
Setelah film itu usai, jam di tangan saya sudah menunjukkan jam 5 lewat 10 menit. Saya langsung lari sama Miu. Sampai di depan parkiran, Melita telpon. Saya jawab, sudah di depan Bis. Dengan wajah nyengir, saya masuk. Ternyata, benar kata miu, kami telat. Hehehe. Miu bilang, nad jangan bilang-bilang kalau kita nonton. Saya bilang, iya. Nggak bilang kok, (tapi saya posting di blog). Hheheh…

Dari simpang lima, Lawang sewu adalah tujuan berikutnya. Waktunya udah sore-sore gitu. Jadi nuansanya tambah horor. Kami masuk dengan 2 guide. Saya sama miu, gandengan kenceng banget. Takut saya nggandeng yang lain, takut bukan miu yang saya gandeng. Kami muter-muter dalam kegelapan yang hanya di terangi oleh senter. Bener-bener horor. Tapi sebenarnya bagus sih. Ada mozaik jendela kaca, yang walaupun udah sore, kelihatan baguuuuuuuuuuuus banget. Warnanya masih awet padahal lawang sewu itu dibangun 105 tahun yang lalu! Kami kemudian naik. Kata pak Guide, lawang sewu juga dippakai untuk syuting film Ayat-ayat cinta. Kami ditunjukkan flat Maria. Pancen bener jebule, mirip dengan di film. Bedanya di film suasananya nggak horor. Lalu kami menuju Gudang. Dulu, waktu jaman belanda, memang gudang, tapi saat jaman Jepang, gudang menjadi tempat PEMBANTAIAN! Saya langsung menjerti mendengar kata itu. Merinding!!!!

Ada juga lorong misteri. Konon, di lorong misteri sering muncul hantu. Kami di tantang untuk melewati berempat saja, tidak ada yang berani. Huuuuuuuuuuuu, penakut semua! (termasuk saya). Puas muter-muter, kami keluar. Lega,akhirnya keluar juga.

Dalam kondisi horor begitu, kami masih sempat foto-foto. Dasar. Jiwa narsis.

Sesunggunhnya,liburan kali ini nggak culup hanya satu posting. Tapi, piye yo? Satu tempat nggak bisa dijelaska dengan lengkap sebetulnya. Kapan-kapan deh, saya tulis lagi. Pokoknya, that’s the real holiday!!

Thursday, 2 July 2009

Friday, 26 June 2009

ZEBRA 2009

21:07 0 Comments

Hari Kamis dan Jum’at kemarin, tanggal 25 sampai 26 Juni 2009, saya dan keluarga besar dari Abah mengadakan acara ziaroh dan wisata keluarga. Tempat tujuannya adalah ziaroh di makam leluhur dari pihak Mbah Kakung, Mbah Asrori.

Sayangnya tidak semua bisa hadir, ada beberapa berhalangan. Dari keluarga saya sendiri, Mbak Widad, kakak sulung saya, tidak bisa ikut sebab sedang test pondok. Dari keluarga Bulik Sintho’, Dek Iza dan Dek Naja absen juga. Dari keluarga Lek Sa’id, Dek Lubaid nggak datang. Dari keluarga Lek Aqil, Blik Ivati, Tata dan Nabih yang tidak ikut. Kemudian dari keluarga Lek Kholil, Bulik Inay dan Khulail absen. Walaupun banyak yang tidak bisa hadir tapi peserta ( agak canggung menyebut peserta, serasa sedang lomba) cukup banyak, 38 orang. Itu baru dari Bani Asrori lho, belum termasuk sopir dan mertua Lek Ma’ruf yang ikut juga Mbah Karto yang kepincut ikut. Yang terakhir saya sebut ini, Mbah Karto adalah sepupu Mbah Ahmad. Mbah Ahmad adalah ayah dari Mbah Kholil. Pendek kata, Mbah Karto ini sepupu dari Mbah Buyut saya. WAW!!

ZEBRA- ziaroh wisata bani Asrori- ini dimulai dari ziaroh ke makam Mbah Asrori, Ayah dari Ahmad Haroen Asrori ( Alm) ayahanda saya, juga Mbah Ahmad Kakung Putri, Mbah Buyut saya. Setelah itu ZEBRA meluncur ke Salam Kanci ke makam Mbah Kholil, Mbah Canggah saya. Begitu istilah jawanya. Jadi Mbah Kholil ini adalah Mbah Buyutnya Abah saya. WAW kan!!

Lanjut acara ke Dilem, sowan ke tempat Mbah siapa, saya lupa namanya. Pokoknya sudah sepuh. Lanjut kemudian ke Makam Mbah Chasanah, kalau nggak salah nih. Mbah Chasanah ini adalah istri dari Mbah Kholil. Setulah itu kami, ZEBRA berlanjut ke Kalangan, ke makam Mbah juga. Tapi saya kurang paham, Mbah siapa.

Setelah urusan ziaroh di daerah Magelang ini beres, ZEBRA segara menuju Jogja, lebih tepatnya pantai Parang Tritis. Seru banget! Kita bisa puas main pasir, main ombak, sampai saya teles klebes, basah kuyup! Nggak lupa saya juga naik kuda lho, sendiri! Agak ngeri juga soalnya kudanya, beringas gitu deh. Hampir jatuh juga, untung selamat.

Selain foto-foto dan mengejar ombak, sunset juga cukup menarik. Kami baru hengkang dari bibir pantai setelah mentari benar-benar pulang. Samapai agak malam kami disini, sebab makan-makan dulu gitu deh sampai kenyang.

Setelah itu ZEBRA ke tempat Mbah Andi’. Mbah Andi’ ini adalah sepupu dari Mbah Rayi saya. Kami menginap disana. Makan malam dan makan pagi juga disana. Lumyan masakan enak, tidur pulas, silaturahmi jalan terus! Paginya, setelah sarapan dan ziaroh ke Mbah Mujab, suami dari Mbah Andi’, (Mbah Andi’ ini wanita lho ya. Jangan salah!) kam segera menuju taman pintar.

Saya dan banyak sepupu lain baru pertama kali ini ke Taman Pintar Jogjakarta. Lumayan juga. Bisa nambah ilmu pengetahuan. Banyak hal baru yang saya tahu, nyobain gempa, lihat simulator tsunami, dan yang paling seru nonton fiml 4D! Seru banget! Nyesel kalau ke Taman Pintar tapi nggak sempat nonton film 4D.

Abis itu, kami ke Gerjen di daerah Sleman. Silaturahim ke Pakde Asrori ( jangan bingung, nama Mbah saya juga Asrori. Tapi Asrori yang ini itu masih tunggal Canggah sama Abah saya) sekaligus ziaroh ke tempat orang tua dari Mbah Kholil, Mbah Canggah saya. Istilah jawa dari orang tua Mbah Canggah adalah Mbah Udhek-udhek siwur. Cukup aneh ya? Hehehe..

Perjalanan kami berakhir disini. Setelah dari Gerjen Kami segera kembali ke Magelang. Senang, dengan kebersamaan yang sangat menyenangkan ini sekaligus sedih karena kebersamaan ini akan segera berakhir.

Lek Ma’ruf, paman saya yang berdomisili di Surabaya, tidak menginap lagi. Setelah Maghrib Lek MA’ruf kembali ke Surabaya dan kakak saya, Mas Nabil Haroen, ikut, nunut sampai Kediri. Padahal, saya baru ketemu mas Nabil hari Kamis, Jumat sudah harus pisah. Saya masih kangen, tapi ya mau bagaimana lagi. Sekuat apappun saya menahan, air mata itu jatuh juga, bagi saya perpisahan memang selalu ngilu dan membuat saya semakin rindu pada pertemuan berikutnya.

SAMPAI JUMPA DI ZEBRA SELANJUTNYA!!

Tuesday, 23 June 2009

olimpiade sains provinsi

23:08 0 Comments

tanggal 9-10 Juni 2009, di hotel Patra Jasa Semarang. tim olimpiade sains nasional dari kota magelang bidang komputer dan astronomi bertanding pada hari itu. manusia-manusia itu adalah saya, viko adi , kevin kuhu untuk komputer, daniel, kamal, dan arga untuk astronomi. dan untuk pembimbing, Pak Astho

kami tiba di hotel itu sekitar jam 2. saya yang cah ndeso, agak heboh, soalnya baru pertama kali nginep di hotel, hotel berbintang pula!!! fasilitas hotelnya lumayan. saya sangat menyarankan buat yang lagi cari hotel di semarang, hotel Patra Jasa ini layak diperhitungkan!

oke, kembali ke masalah lomba yang sesungguhnya. jam 7 kami sudah harus kumpul di aula (sebenarnya bukan aula, tapi saya lupa namanya apa =D. setelah briefing dan pembagian soal dan sebagainya, lomb abaru dimulai sekitas jam setengah sembilan. waktu pengerjaan soal 150 menit. bodohnya, saya lupa nggak pake jaket, padahal duingiiiiiiiiiiin banget AC-nya!

oke, ngelantur lagi. kembali masalah lombanya itu. untuk komputer saya dapat nomor 88. klo nggak salah sih. uda lupa. hehehe..
jumlah soal ada 60. ketentuannya, kalo bener +4, salah -1, kosong 0. jelas dong saya nggak ngisi semua, dari 60 soal itu saya cuma ngerjain 37. hehehehe..^^

untuk hasil, belum tahu nih.
masih nunggu, lama banget, uda 2 minggu lebih belum ada jug ahsilnya..
tapi saya tetep sabar..
hehehe...

doakan bisa lolos ke nasional ya!!

Tuesday, 2 June 2009

TANPA MENULIS DAN DENGAN PROGAMMING

21:14 1 Comments

hari-hari yang melelahkan dan menegangkan. Sebentar lagi OSP( oimpiade sains provinsi) dimulai tepatnya tanggal 9-10 Juni 2009. makin deg-degan, makin nggak karuan dan justru malah ngerasa nggak siap. Ya gimana ya, semakin hari kok saya malah mikir saya makin bego aja..

pertama sih masih oke-oke aja. Waktu dikasih tugas yang sederhana masih bisa dikerjain tapi makin hari kok makin susah. Salah satu tugas yang belum selesai sampai saya posting tulisan ini adalah tugas obat nyamuk. Jadi gini, saya nulis suatu kata nanti outputnya muter dalam bentuk obat nyamuk.

Contoh

Input

Nada haroen

Output

_ad

hnan

aroe

huruf yang saya bold itu adalah huruf awal terus muternya ke kanan, ke atas ke kiri, ke bawah terus ke kanan lagi.

Mumet saya bikin programnya pake pascal..

Sejauh ini saya udah bikin kaya gini

uses crt;

var

kata:string;

n,m,x,y,midx,midy,i,j:integer;

arr:array [1..10,1..10] of string;

begin

clrscr;

readln(kata);

n:=length(kata);

m:=trunc(sqrt(n))+1;

if m mod 2=0 then

begin

midx:=m div 2+1;

midy:=m div 2;

end else

if m mod 2=1 then

begin

midx:=m div 2+1;

midy:=midx;

end;

x:=midx;

y:=midy;

for i:=1 to n do

begin

if (x>=midx) and (y<=midy) then

begin

if arr[x,y]='' then

begin

arr[x,y]:=kata[i];

end else

if arr[x,y+1]='' then

begin

arr[x,y+1]:=kata[i];

inc(y);

end else

if arr[x+1,y]='' then

begin

arr[x+1,y]:=kata[i];

inc(x);

end;

end

else if (x>=midx) and (y>midy) then

begin

if arr[x,y]='' then

begin

arr[x,y]:=kata[i];

end else

if arr[x,y-1]='' then

begin

arr[x,y-1]:=kata[i];

dec(y);

end else

if arr[x-1,y]='' then

begin

arr[x-1,y]:=kata[i];

dec(x);

end else

if arr[x,y+1]='' then

begin

arr[x,y+1]:=kata[i];

inc(y);

end;

end

else if (x=midy) then

begin

if arr[x,y]='' then

begin

arr[x,y]:=kata[i];

end else

if arr[x,y-1]='' then

begin

arr[x,y-1]:=kata[i];

dec(y);

end else

if arr[x-1,y]='' then

begin

arr[x-1,y]:=kata[i];

inc(x);

end;

end

else if (x<=midy) then

begin

if arr[x,y]='' then

begin

arr[x,y]:=kata[i];

end else

if arr[x,y+1]=''then

begin

arr[x,y+1]:=kata[i];

inc(y);

end else

if arr[x+1,y]='' then

begin

arr[x+1,y]:=kata[i];

inc(x);

end;

end;

end;

for i:=1 to m+1 do

for j:=1 to m+1 do

begin

if arr[i,j]<>' ' then

begin

if j=m+1 then writeln(arr[i,j]) else write(arr[i,j]);

end else write('_');

end;

readln;

end.

Bingung??

Saya juga. Itu aja masih bermasalah..T.T..

Ada dua tugas lagi yang saya masih belum bisa juga. Makin sedih deh.. temen saya, viko, udah berhasil bikin 2 program saya satu aja belum beres. Sedih deh..

Saya ngerasa agak minder gitu deh sekarang. Padahal waktu yang tersisa tinggal seminggu. Apa emang otak cewek dibawah otak cowok ya? Nggak tahu deh..

Yang saya tahu sebenarnya bidang saya itu di nulis. Suruh saya bikin cerpen 10 halaman, jadi! Tapi kalau progamming?!!! Hopeless deh..T.T..

Gara-gara sibuk persiapan buat lomba ini, saya jadi nggak sempet nulis, puisi aja nggak sempet. Padahal, buat saya sehari tanpa nulis rasanya hampa. Seminggu lebih ini saya udah nggak nulis. Saya kangen bermesraan dengan kata, bercumbu dengan diksi dan metafora. Saya rindu berimaji, saya rindu menulis lagi.

Sekedar informasi, buat olimpiade sains provinsi bidang komputer yang dipakai untuk progamming itu free pascal.

Free Pascal (FPC) adalah kompilator Pascal sumber terbuka dengan dua fitur utama: kompatibilitas Delphi tingkat tinggi dan ketersediaan berbagai platform, termasuk Windows, Mac OS X, dan Linux. Kompatibilitas Free Pascal dengan Delphi termasuk tidak hanya dukungan yang sama untuk bahasa pemrograman Object Pascal yang digunakan Delphi, tapi juga untuk banyak librari atas rutin bertenaga dan kelas yang baru dikenal Delphi. Ini termasuk unit familier seperti System, SysUtils, StrUtils, DateUtils, Classes, Variants, Math, IniFiles dan Registry, yang disertakan dengan Free Pascal pada semua platform yang didukung. Free Pascal juga menyertakan unit seperti Windows, ShellAPI, BaseUnix, Unix dan DynLibs untuk mengakses spesifik fitur ke sistem operasi. Ada lusinan unit yang menjadi inti dari apa yang biasanya dirujuk sebagai Free Pascal run-time library (RTL). saya ambil definisi dari sini.


pusing nggak baca definisi diatas?

say pusing pas pertama kali ketemu, apalagi tampilannya nggak banget. kaya gini ini.


oke deh, udah soal pascalnya. saya lagi pengen melampiaskan kenangan dengan kata dan makna. rindu saya bermain dengan mereka.


ah, semoga ini segera selesai dan saya bisa mendapat hasil yang terbaik. doakan ya!