Sunday, 16 May 2010

Ujian, Ikhlas dan ITS

07:29 10 Comments
Beberapa bulan terakhir ini merupakan bulan yang lumayan ‘berat’ bagi saya. Ujian Nasional dan sibuk cari tempat kuliah cukup menyita pikiran dan waktu saya. Sampai-sampai blog saya yang aduhai ini kurang terurus. Hehe :-D

Tapi sekarang masa itu udah terlewati. Alhamdulilah saya sudah lulus Ujian Nasioanal dengan nilai yang ngga jelek-jelek amat. Rata-rata di atas 8.5 udah luar biasa deh buat saya yang ngga pernah ikut bimbingan belajar ini.

Sebenarnya, awal-awal kelas 3 saya agak sangsi dengan ke-tidak-ikut-serta-an saya dalam bimbel manapun sementara teman-teman saya berbondong-bondong ke bimbel. Temen saya yang paling pinter di kelas pun juga ikutan bimbel. Tapi saya? Tidak. Jadi agak minder begitulah. Tapi karena emang saat itu saya ngga punya duit dan Ibuk saya khawatir madrasah saya terbengkalai, saya ngga ikut bimbel. Seumur hidup emang saya belum pernah ikut bimbel jadi pada awalnya pengen banget gitu, tapi setelah dihadapkan pada kenyataan ngga punya duit. Okelah. Saya menerima. Belajar sendiri aja.

Trus, pas mau masuk perguruan tinggi. Ibuk saya ngga memperbolehkan saya ‘melakukan perjalanan ke barat’ alias ngga boleh ke UI atau ITB. Pilihannya cuma dua Jogja atau Surabaya. Jogja karena mas saya kuliah di UGM, Surabaya karena ada paman saya di Surabaya. Jadilah saya Cuma daftar UGM pada awalnya.

Semula saya berharap banget bisa masuk UGM. Saya coba lewat jalur PMDK, tapi gagal. Saat itu, saya kurang bisa menata hati jadinya ya, agak remuk begitulah. Tapi saya tetep berusaha bangkit dan daftar UGM lagi lewat jalur Ujian Masuk.

Sementara saya nunggu pengumuman UGM, ‘seseorang’ menasehati saya buat daftar UII juga. Buat jaga-jagalah kalo UGM ngga diterima lagi. Saya manut. Saya daftar dan alhamdulilah saya diterima di UII. Tapi UGM menolak saya. Lagi. Jujur saya nangis saat itu. Mas saya bisa diterima di UGM kok saya nggak. Tapi lambat laun , saya sadar, emang belum jalan saya kok ya.

Akhirnya saya daftar ITS, PMDK lagi. Saat itu saya udah berusaha ‘noto ati’. Siap dengan kemungkinan terburuk, di tolak lagi dan kuliah di UII yang mahal banget itu. Tapi noto ati ternyata ngga semudah itu. Saya masih sering sulit menerima kenyataan semisal saya ditolak.

karena semua membutuhkan proses, lambat laun, saya menerima. Doa saya ngga lagi,” Ya Allah, semoga saya masuk UGM, semoga saya masuk ITS” tapi menjadi ,” Ya Allah, saya mohon tempatkan saya di universitas yang terbaik bagi saya menurutMu”. And it works on me. Saya jadi lebih siap kalo saya harus di terima di UII. Toh itu emang yang terbaik.

Dan benar, ketika kita sudah ikhlas dan siap menerima apapun takdirNya, Allah memberikan surprise untuk kita. Alhamdulilah saya diterima di ITS. Saya pikir selama ini kenapa saya ditolak UGM adalah karena saya belum bisa ikhlas. Ikhlas memang berat. Tapi percayalah, ada surprise dari Allah ketika kita sudah ikhlas.

Saya ngga mau bilang saya udah ikhlas, Cuma saya sebelum pengumuman uda siap dengan kata “tidak”. Dan itu justru membawa saya kepada kata Ya.

Alhamdulilah. saya sekarang udah resmi jadi calon mahasiswi ITS.

Tuesday, 30 March 2010

Jaga diri dan Jaga prinsip

18:22 0 Comments
Tadi pagi saya menelepon Ibu saya, meminta ijin untuk pergi ke suatu universitas di Jogja bersama ‘seseorang’. Karena kakak saya sedang di Jakarta dan saya harus ke universitas itu maka saya minta ijin dulu ke Ibu untuk pergi dengan ‘seseorang’ tersebut.

Semula, Ibu mengijinkan karena memang alasan saya masuk akal, kakak saya yang kuliah di Jogja sedang di Jakarta. Ibu hanya menanyakan, apakah ‘seseorang’ itu tidak sibuk untuk mengantar saya? Saya jawab tidak, justru ‘seseorang’ itulah yang menawarkan untuk mengantar saya.

Seteah ijin didapat, saya langsung menelepon ‘seseorang’, dari suaranya dia tampak senang bisa mengantar saya, saya sendiri juga senang karena tidak sendirian. Kami memang sudah sepakat untuk tidak ‘kucing-kucingan’, tidak umpet-umpetan begitulah. Dan bagi ‘seseorang’ itu, ijin dari Ibu saya sudah merupakan langkah awal yang bagus.

Saat saya masih menelepon ‘seseorang’ itu, Ibu saya menelepon. Rupanya, Ibu berubah pikiran. Beliau berkata,
“Ibu pikir, kamu dan dia kan bukan muhrim, Nduk. Tidak baik itu. Meskipun masmu tidak ada, kamu bisa kan ke sana sendiri? Niat baik itu (niat untuk ndaftar kuliah) jangan sampai dikotori dengan maksiat. Jaga diri lah, Nduk. Sendiri ndak apa-apa kan?”

Saya berulang kali berkata tidak apa-apa, saya bisa sendiri.

Bagi sebagian orang, Ibu saya mungkin terlihat sangat kolot dan kaku. Semula saya juga agak kecewa dengan ditariknya ijin itu, tapi kemudian saya berpikir lagi, itu karena Ibu ingin menjaga saya.

Saya adalah seorang gadis. Saya harusnya mampu menjaga akhlak saya, saya harusnya mampu bertanggung jawab terhadap ‘jilbab’ yang sudah saya kenakan. Dan ini prinsip. Ibu saya orang yang teguh memegang prinsip, bukan orang yang kolot.

Maka sesungguhnya hanya ada tiga orang, orang yang berprinsip dan memegang teguh prinsip tersebut, orang yang berprinsip tapi mengabaikannya, dan orang yang tak berprinsip.

Siapapun anda, muslim, nasrani, hindu, budha, konghucu, yahudi saya yakin anda semua adalah orang yang baik selama anda meyakini sebuah prinsip dan memegang teguhnya.

Apapun prinsip anda, selama anda tidak mengusik prinsip orang lain, pertahankanlah. Dan semoga saya bisa menjadi seperti harapan Ibu, menjadi muslimah yang baik yang memegang prinsip.

Semoga bermanfaat.

Thursday, 18 March 2010

IF TOMORROW NEVER COMES

02:14 1 Comments
Saya mendengarkan lagu ini tiba-tiba saja. Tiba-tiba kepingin dan terlintas untuk menuliskannya. Kemudian ketika saya menajamkan telinga saya dan berusaha meresapi maknanya, saya trenyuh. Saya membayangkan ABAH menyanyikan lagu ini untuk Ibuk saat masih sugeng.

IF TOMORROW NEVER COMES
Sometimes late at night
I lie awake and watch you sleeping
You've lost in peaceful dreams
So I turn out the lights and lay there in the dark
And the thought crosses my mind
If I never wake up in the morning
Would you ever doubt the way I feel
About you in my heart
If tomorrow never comes
Would you know how much I loved you
Did I try in every way to show you every day
That you’re my only one
And if my time on earth were through
And you must face this world without me
Is the love I gave you in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes So I made a promise to myself
To say each day how much you mean to me
And avoid that circumstance where there's no second chance to tell you how I feel
If tomorrow never comes
Would you know how much I loved you
Did I try in every way to show you every day
That you’re my only one
And if my time on earth were through
And you must face this world without me
Is the love I gave you in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes
So tell that someone that you love
Just what you're thinking of
If tomorrow never comes

Di suatu malam
Aku berbaring terjaga dan memandangmu tidur
Kau telah terlelap dalam mimpi indah
Maka kupadamkan lampu dan berbaring di sana dalam gelap
Dan terlintas dalam anganku
Bila esok pagi aku tak bangun lagi
Akankah kau ragu akan perasaanku tentang dirimu?
Bila esok tak pernah tiba
Akankah kau tahu betapa aku mencintaimu?
Sudahkah aku setiap hari berusaha dengan segala cara untuk menunjukkan kepadamu bahwa kau adalah satu-satunya bagiku?
Dan bila waktuku di dunia telah berlalu
dan kau harus menghadapi dunia tanpa diriku
Apakah cinta yang kuberikan selama ini telah cukup untuk membuatmu bertahan?
Bila esok tak pernah tiba Maka aku berjanji kepada diriku sendiri
untuk setiap hari mengatakan betapa berartinya kau bagiku
dan menghindari tidak adanya kesempatan ke dua untuk mengatakan perasaanku kepadamu. Bila esok tak pernah tiba
Akankah kau tahu betapa aku mencintaimu?
Sudahkah aku setiap hari berusaha dengan segala cara untuk menunjukkan kepadamu bahwa kau adalah satu-satunya bagiku?
Dan bila waktuku di dunia telah berlalu
dan kau harus menghadapi dunia tanpa diriku
Apakah cinta yang kuberikan selama ini telah cukup untuk membuatmu bertahan?
Bila esok tak pernah tiba.Maka katakanlah kepada orang yang kau cintai
Apa yang sedang kau pikir(rasa)kan
Bila esok tak pernah tiba.

Abah, saya di sini mewakili Ibuk akan menjawab:
Ya, Abah. Cinta Abah sangat cukup untuk Ibuk bahkan sangat cukup hingga melimpah ke kami, putra-putri Abah.
Ibuk tak pernah meragukan perasaan Abah, Ibuk selalu setia untuk Abah. Bukti cinta Ibuk begitu nyata untuk Abah, nyatanya kami, yang menjadi prioritas Ibuk. Kami yang ditinggalkan Abah ini, menjadi bagian terpenting dalam hidup Ibuk sebagaimana Ibuk adalah bagian terpenting dalam hidup kami.
Meski mungkin Abah tak pernah berkata “I Love You” kepada Ibuk, Ibuk sadar betul itu sebagaimana Ibuk menyadari perasaan Ibuk ke Abah. Cinta itu, Abah, meski telah 13 tahun berlalu tak pernah mati. Abah tak pernah terganti, Abah selalu menempati posisi teratas di hati Ibuk, begitu juga di hati kami.

Cinta Ibuk kepada Abah yang begitu melimpah itu, membuat kami hidup penuh dengan cinta pula. Tanpa cinta Abah Ibuk, kami tak akan pernah ada, tak akan pernah mampu berdiri setegak ini, tak akan pernah mampu tersenyum semanis ini, dan tak akan pernah menyadari bahwa kekuatan cinta lah yang membuat kami terus tumbuh.

Ibuk bisa saja dan sangat mungkin untuk menikah lagi, tapi tidak. Ibuk telah memilih Abah dan tak memilih yang lain. Ibuk ingin kembali bertemu dengan Abah, menjadi pasangan yang abadi kelak di akhirat. Ibuk sangat mencintai Abah, karena itu Ibuk juga sangat mencintai anak-anak Abah, mencintai kami.

Dan kami yang hingga hari ini masih belum bisa berbuat apa-apa untuk membalas cinta Abah Ibuk, berkata:
KAMI MENCINTAI ABAH IBUK. WE LOVE BOTH OF YOU.

Jika esok tak tiba untuk kami, dan kami belum bisa membalas cinta itu dengan cinta yang sama besarnya, setidaknya hari ini kami telah mengungkapkannya.
Mata saya basah, saya rindu Ibuk, rindu Abah. Ingin rasanya saya pulang dan memeluk Ibuk, mengatakan betapa saya sangat mencintainya.

Tuesday, 2 March 2010

Lagu yang Bikin Saya Kesengsem

23:54 6 Comments
Saat sedang belajar untuk pra UN matematika besok, Lek Oying, Om saya memutar lagu ini yang terdengar sampai kamar saya. Langsung saya cari liriknya dan saya jatuh cinta dengan lagu ini. Kebetulan yang saya dengar bukan versi Drew Barrymore dengan Hugh Grant, tapi Sabrina. Suaranya empuk sekali. Bikin saya tambah kesengsem dengan lagu ini. Here’s the lyric :

Way Back Into Love
Songwriters: Schlesinger, Adam

I've been living with a shadow overhead
I've been sleeping with a cloud above my bed
I've been lonely for so long
Trapped in the past, I just can't seem to move on

I've been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need em again someday
I've been setting aside time
To clear a little space in the corners of my mind

All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
Oh oh oh

I've been watching but the stars refuse to shine
I've been searching but I just don't see the signs
I know that it's out there
There's got to be something for my soul somewhere

I've been looking for someone to shed some light
Not somebody just to get me through the night

I could use some direction
And I'm open to your suggestions

All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
And if I open my heart again
I guess I'm hoping you'll be there for me in the end
oh, oh, oh, oh, oh

There are moments when I don't know if it's real
Or if anybody feels the way I feel
I need inspiration
Not just another negotiation

All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
And if I open my heart to you
I'm hoping you'll show me what to do
And if you help me to start again
You know that I'll be there for you in the end
oh, oh, oh, oh, oh


lagu ini, saya banget. Saya adalah tipe orang yang mudah kesengsem dengan lagu romantis macam ini. Hehehe,
And if I open my heart again
I guess I'm hoping you'll be there for me in the end
oh, oh, oh, oh, oh


aduuuuh, tu kan saya cengar-cengir sendiri denger lagu ini.

selain lagu ini, lagu yang bikin saya cengar-cengir juga lagunya jason marz, Mr. Curiosity. very recommended song, deh!

oke, oke, balik ke kehidupan nyata. mari belajar matematika kembali. :D