Monday, 31 March 2014

Do you really want to let that girl go?

14:21 0 Comments
I always talk to myself that I am ready to move on from that phase. The phase where I always write all poems, write down everything that I feel in such a melodramatic ways. I keep telling myself, I've done there. I need to move on. I need to live in the reality. But the true is I never want to move on. I want to be always there as the melodramatic me in such way cause I enjoy it so much.

Earlier today, I read all the poems that I write, I read all my melodramatic short stories and also my novel and give myself one hell of a question,"Do you really want to let that girl go?". Maybe I have fewer readers now, not so much as I have when I was so actively being melodramatic and wrote all the feelings down (read: on high school), but hell yeah. I realize now, the reader part is not the thing I need the most. The thing I need the most is to finally let my feeling go in such a beautiful way.

I've burried all my feelings with a silence. I never pour them again with words  like I used to. I missed many parts that really good enough to be written. I miss the old me.

It's not a good starter for being melo again, but yeah, I promise myself to write more and also make a promise to finish my thesis soon. Amen.

Everything will be back to normal

04:35 0 Comments
I hate PMS. You hate my PMS too. We both agree that PMS makes me super-duper-sensitif-and-also-like-a-bitch-that-you-want-to-slap-right-on-her-face soooooo much. My PMS this month that happens since yesterday also makes me feel like a dumpster.

 It's a word I invented. It feels like being dumped and being a hipster at the exact same time. Or you maybe said that on shorter term, weird.

Suddenly you became a jerk, all your flaws raised to the surface. I hate you and I hate myself because before all of this I've already accepted you as the way you are. 

But the most unbearable thing is the fact that I didn't realize all of this is a PMS thing. I kept telling myself that something went wrong between us. We shouldn't be together. And then holy crap. The reason come in. My period came 3 days before the marked date. Haha. 

But I know everything will be back to normal once you said you love me. Cause I know, I do.

I think millions of women agree with me about this, about how you feel when you are PMS. And dude, just bear with us. Be cool. Hahahahahaha.

Monday, 10 March 2014

Resep Sehat Murah Enak Ala Anak Kos

20:52 0 Comments

Resep ini murah, karena memang ngga mahal. Mudah, karena bahan-bahannya nggak susah dicari dan mudah pula memasakknya. Sehat karena isinya sayur dan telor, perpaduan lengkap vitamin, serat dan protein. Resep ini hasil improvisasi sendiri. Resep dasarnya orak-arik tapi kemudian saya modifikasi. Cocok buat anak kos.

Resep Orak-Arik Warna-Warni
Bahan Telur Dadar
1 butir telur
50 ml susu cair
Garam secukupnya
Saos secukupnya
Mentega secukupnya

Bahan Orak-Arik
2 siung bawang merah, iris halus
2 siung bawang putih, iris halus
50 gr wortel, potong dadu kecil-kecil
5 lembar daun sawi, rajang ukuran sedang
5 buah cabe rawit (kalau ga suka pedes, kurangi saja jumlahnya atau ganti cabe lain)
1 sdm Saos Tiram
1 sdm Kecap manis
Garam secukupnya
3 sdm Minyak goreng

Cara membuat:
1. Kocok semua bahan telur dadar hingga merata. Panaskan penggorengan (saya pakai teflon), tambahkan mentega. Setelah panas, dadarlah adonan telur ke penggorengan. Orak-ariklah pelan. Angkat. Tiriskan.
2. Panaskan minyak di wajan. Masukkan bawang merah dan bawang putih. Setelah harum, tambahkan cabe.
3. Masukkan wortel, tumis hingga wortel layu.
4. Masukkan sawi dan orak-arik telur.
5. Tambahkan saos tiram, kecap manis dan garam.
6. Angkat dan tiriskan.

Monday, 6 January 2014

Nostalgia Maya

04:43 0 Comments
Timeline facebook saya sedang dipenuhi oleh status-status lawas yang digemparkan lagi. Semacam nostalgia maya, apa yang kita lakukan 4 atau 5 tahun silam. Apa yang kita tulis dan bagaimana menulisnya. Ada beberapa yang alay, ada beberapa yang memang tidak melewati fase alay ( setidaknya di facebook, entah di friendster). Melihat ini, saya yang lagi belajar untuk TA sekaligus belajar UAS Jaringan Multimedia (penting banget ini ditulis, biar kesannya ngga online tanpa guna doang :D ) membuka kembali facebook saya sekitar tahun 2009. Awal saya mulai rajin posting di facebook, menulis note, say hi dengan teman-teman dan juga soal asmara. Namanya juga remaja, kala itu sih. (sekarang masih remaja belasan tahun juga kok, tenang aja)

Nostalgia ini maya ternyata membangkitkan kenangan. Semacam kenangan yang mati suri, tidak saya matikan tapi mati sendiri karena waktu. Saya jadi ingat saya pernah jatuh cinta, saya pernah begitu bahagia dan termehek-mehek mewujudkannya dalam tulisan yang melodrama. Beberapa orang menyukai tulisan saya yang menye-menye itu, menyentuh hati kata mereka. Buat saya, kata-kata saat itu masih jauh dari menggambarkan apa yang sebenarnya saya rasakan. Kata-kata sering kehabisan bentuk dalam mewujudkan kembali perasaan. Atau memang pada dasarnya, kata kalah dengan rasa.

Nostalgia itu juga beranjak bagaimana saya patah hati dan suprisingly cepet sekali move on. Huahahahahahahaha (Sorry to say). Tapi ini memang proses move on yang cepat. Tapi bukan berarti saya melupakan kenangan. Buat saya, semua orang yang saya temui membentuk saya menjadi orang yang sekarang ini. Saya menjaga hubungan baik dengan orang-orang dari masa lalu (ada yang saya block karena memang totally annoying). Saya menjaga hubungan ini karena pada dasarnya saya percaya, masa lalu bukan musuh. Ia adalah teman yang arif dan bijak untuk berdiskusi tentang masa depan. 

Alhamdulilah saya bisa menyimpan kenangan dengan baik tanpa perlu menyimpan rasa yang melekat pada kenangan itu. Saya hanya tersenyum kecil mengingat kembali semua proses saya menjadi seperti ini. And for that, I am blessed. Thank you.

Terima kasih telah membantu saya berproses menjadi sekarang ini. Ada yang membantu saya jadi juara baca puisi, ada yang membantu saya belajar bahasa Arab, ada yang mengenalkan saya pada Soe Hok Gie dan sekarang ada yang menemani saya menjadi Google Student Ambassador dan menemani saya ngoding. Terimakasih.

Memori memang suka melambai-lambai kepada kita, seperti kawan lama yang mengajak berbincang. Sesekali ia perlu diakrabi karena kenangan adalah kawan yang bijak. Tapi jangan sampai terjebak. Jangan sampai hidup dalam masa lalu.

Itu pula yang sekarang terjadi. Saya undur diri dari kenangan dan kembali ke masa kini. Kembali duduk di Laboratorium Pemrogaman, mulai mengerjakan TA dan duduk bersama masa ini, saat ini. Yang sangat saya syukuri. Kamu.